27 Things To Do Before You Settle Down

Berawal dari mention temen di FB. Saya dikasih link video dengan judul “27 Things To Do Before You Settle Down”, yang membuat saya berfikir untuk mereview apa saja yang sudah dan yang belum saya lakukan dari 27 point di video tersebut.

  1. Travel with BFFs. Done dan masih akan berlanjut juga sih, kalau kami menemukan jadwal yang tepat. Travel has no expired date.
  2. Learn to cook. Err, kalau masak tumis dan tom yum pake bumbu instan keitung ga sih?
  3. Be financially independent. Alhamdulillah, thanks to the state-owned company yang sudah mentransfer ke rekening saya tiap bulannya.
  4. Face one of your biggest fear. Sudah pernah naik wahana Kora-Kora dan Hysteria di Dufan. And once is enough 😀
  5. Live alone. Ini sedang dijalani juga.
  6. Accomplish a goal. Tahun 2014 kemarin kelar juga S2 di HI UI yang kayak pain in the ass. It was an unforgettable experience.
  7. Find your drink of choice. Hot vanilla latte, please!
  8. Make the first move. Checked.
  9. Challenge yourself. I will.
  10. Take a road trip. Berniat untuk ikutan road trip ke Bromo, tapi belum dijadwalkan. Pe-er nih.
  11. Try a nice restaurant by yourself. Ini sudah beberapa kali, dasar doyan makan 😀
  12. Live somewhere else. Checked, tapi pengen juga merasakan stay di negara lain yang lamaan.
  13. Learn to drive manual. Belum ada rencana sama sekali untuk belajar nyupir 😐
  14. Find a new show and watch it all in one weekend. Wohooo, SCANDALS of course. And SUITS!
  15. Get fit. Nah, sudah lama bolos lari dan sedang mau daftar muaythai. Semoga klub yang di Tebet masih mau menerimaku 😀
  16. Build something with your hand. Membangun masa depan? #eh
  17. Stay up until the sunrise. Sudah pernah.
  18. See your favorite artist live. MLTR sudah, dan next Boyzone. Abang-abang Coldplay sih ga mau ke Jakarta 😐
  19. Make a list of book to read and then read them all. Kalau ini ga pake list sih, karena buku yang belum kelar dibaca sudah ada rak dan susunannya sendiri di kamar. Still in progress.
  20. Learn to fight. Ini digabung sama no 15.
  21. Volunteer. Checked. But I think I want more! Dari ShoeBox Project ini saya kenal dengan @ubermoon dan @denald :*
  22. Try a new hobby. I think I will learn bit how to make a good photo shoot with my mirror-less camera.
  23. Apply for your dream job. Hmm, give me additional time for this *grin*
  24. Keep a journal. Of course. That’s why I have De Journal.
  25. Have a long conversation with a stranger. Ini kemarin waktu naik pesawat pulang ke Jakarta dari Penang, me and my friend had long conversation with mas-mas yang duduk di sebelah kami. Good thing indeed.
  26. Do something crazy and spontaneous. Jaman-jaman masih muda sudah sering sih do spontaneous things, sekarang juga masih 😀
  27. Get to know yourself. Ini sudah, masih, dan akan terus berlanjut.

Huff akhirnya selesai juga. Semoga yang belum, dapat segera diwujudkan :).

Iklan

Solo Trip ke Eropa #1

Tahun ini saya mendapatkan cuti besar tiga tahunan dari kantor. Di tahun normal, sebagai corporate slave akan mendapatkan 12 hari cuti ditambah 2 hari perjalanan, jadi totalnya sekitar 14 hari. Untuk cuti tiga tahunan ini, kalau ga salah saya mendapat 24 hari ditambah 2 hari perjalanan. Dalam upaya memastikan cuti terpakai dengan seksama dan sebaik-baiknya, dan mengingat rencana kuliah master kedua masih di awang-awang, saya putuskan untuk traveling dulu.

Awalnya saya pengen umroh plus ke Turki. Tapi setelah ngobrol sama senior di kantor dan saya diharuskan umroh bersama mahrom, akhirnya saya merencanakan mencari mahrom di traveling ke Eropa. Baca sana sini, saya sempat tergoda untuk ikut tour trip yang berisi 30 orang. Namun setelah dipertimbangkan, saya yang ga suka bergerombol dan basa basi, akhirnya memilih solo trip. Dengan solo traveling atau dengan grup dalam jumlah kecil, saya pikir bisa lebih bebas menentukan agenda dan tentunya akan lebih banyak berinteraksi dengan stranger(s).Baca selebihnya »

Mengurus Paspor Hilang

Entah efek menua atau memang khilaf, paspor saya hilang entah ke mana padahal saat itu adalah seminggu menjelang trip saya ke Penang. Setelah baca sana sini, saya memutuskan untuk mengurus paspor baru sendiri. Awalnya saya mau mengurus di kantor imigrasi di deket Kantor Pos Kota Tua karena skalian naik keretanya dari rumah. Sampai di kantor imigrasi jam 06.30 dan kata satpamnya saya sudah tidak dapat nomor antrian, padahal dari yang saya baca untuk mengurus paspor hilang harus ke Wasdakim dulu bukan ikut antrian paspor biasa. Tidak patah semangat, saya naik taksi ke Kantor Imigrasi Kelas I Kemayoran di Jalan Merpati.

Sampai di kantor imigrasi (kanim) Kemayoran, saya minta petunjuk dari front liner yang ada di lantai 1. Benar seperti yang saya baca, saya diarahkan ke lantai 4 untuk menemui Wasdakim dan mengaku berdosa telah menghilangkan dokumen negara. Pada kunjungan pertama ini, salinan berkas-berkas yang diperlukan sudah harus dibawa yakni surat kehilangan dari kepolisian, copy KTP (di A4), KK, ijasah terakhir, surat keterangan kerja dari kantor, dan akta lahir. Setelah berkas diberikan kepada Wasdakim, saya diminta kembali ke kanim tiga hari ke depan untuk membuat BAP.Baca selebihnya »

Mewujudkan Rencana Lama: Ke Penang, Aku Pergi

Sudah lama saya berangan-angan untuk pergi ke Penang dan rencana itu baru bisa di wujudkan di awal Mei 2015 ini. Sebenernya saya berencana ke Penang dengan seorang teman kantor, sayangnya jadwal kami tidak pernah match. Tahun lalu saya sibuk dengan kuliah, giliran tahun ini teman saya yang sibuk kuliah sementara saya sudah lulus. Akhirnya saya merencanakan ke Penang sendiri.

Tanggal keberangkatan sudah dipas-pasin dengan tanggal ultah, karena saya males banget ultah pas weekday dan harus ngantor. Males basa-basi dan salamannya itu loh kalo sampe ada yang inget, jadi sebisanya tiap ultah saya nggak ngantor :D. Ijin cuti sudah keluar, flight dan penginapan sudah dipesan, tinggal nunggu hari keberangkatan saja eh seminggu sebelumnya kok ya pake acara paspor hilang. Pusing pala Berbie! Setelah mencari di apartemen dan di kantor tidak kunjung ketemu, saya memutuskan untuk membuat paspor baru dan reschedule jadwal penerbangan dan penginapan.

Paspor

Baca selebihnya »

Krisis

Duile judulnya udah kayak tahun 98-an :p

Bulan April lalu di tahun ini adalah bulan keramat. Beberapa hari menjelang ultah, saya mengalami krisis dengan gejala over thinking, galau, mengingat lagi apa yang sudah saya lakukan selama ini hingga apa yang masih belum dicapai di umur segini. Alhasil beberapa malam saya susah tidur.

Bersyukur punya temen sejenis mbak-mbak gampangan aka gampang dihubungin kapan aja *digaplok*. Merasa kehilangan arah dan tak tau harus ke mana, saya akhirnya tengah malem curhat ke temen saya ini dengan menanyakan satu hal prinsipiil *iya piil, sesuai kbbi*Baca selebihnya »