Sometimes, i do hate to open FB.
Sometimes, it brings too much disaster than it should be.
Sometimes i think, it would be better to know nothing than to know something and get hurt.
I don’t blame the finder of FB, no.
I just cant handle my curiosity.
I just cant handle my fingers for clicking and typing on Firefox.
My eyes and my heart just can’t compromise.
And it feels like eeerrrr Baca selebihnya »
Penulis: Safitri Sudarno
Cara Mengurus Perubahan Data di NPWP
Setelah kehilangan dompet, aku jadi mahir soal urus-mengurus kartu-kartu yang ada di dompet. Sepertinya bisa jadi informasi yang berguna buat yang lain, yang mungkin aja mendapatkan masalah yang sama.
Jadi sebelum kartu NPWP ku hilang, emang ada kesalahan dalam menuliskan namaku. Dari pada nanti ribet untuk ngurus bebas fiskal, dan aku ga rela bayar fiskal segitu banyaknya mending buat belanja, makanya aku buruan ngurus untuk update data NPWP sebelum bereksperimen dengan banci Thai. Gampang kok ternyata, kurang lebihnya begini caranya: Baca selebihnya »
Nyidam
Officially i said that “aku nyidam”. But wait, jangan mikir aneh-aneh! Aku tidak sedang mengandung anak siapapun. If you want to read this, just take a seat and be nice ^^.
Critanya hari ini tadi aku ke tukang “permak muka”, buat bersihin bolot-bolot debu yang nempel bekas maen liburan kemaren. Habis itu janjian ma kakakku buat nonton Sherlock Holmes di EX. Bagus loh filmnya ^^. Kelar nonton, nemenin dia beli sandal ke Sarinah. Baca selebihnya »
2010 Wish List
Fine *take a deep breath*…
Karena Mbak Nyun telah merusak nama baikku, dengan memaparkan sebagian wish listku pada postinganku sebelumnya, maka aku mau nulisin My Wish List For 2010. Not all, just part of it. And i’ll leave the rest as my own secret that i never tell *Gossip Girl mode: on* :D.
Here we go *jreng jreng jreng*.
When I Grow Up
Tentang Percaya
Setelah membaca postingan Mas Gusman, aku jadi teringat percakapan kami. Ya, tiap orang akan memiliki pandangan sendiri akan sesuatu dan hal ini juga dipengaruhi oleh pengalaman hidupnya. Bukan, bukan aku tidak ingin mempercayai orang lain. Tapi menurutku pada akhirnya segala sesuatunya akan kembali pada Tuhan dan diriku sendiri. Jadi, apa gunanya menyandarkan sesuatu pada orang lain? Sementara orang lainpun punya kepentingan sendiri.
Aku menikmatinya. Melakukan hal ini itu, untuk sekarang ataupun untuk kehidupanku selanjutnya, dengan mempercayakan segalanya pada Tuhan dan diriku. Aku belajar. Pernah aku percaya dan dikecewakan, dan aku tak ingin berekspektasi maupun berspekulasi pada manusia. Dan dari teman baikku aku juga belajar “gada yang lebih mengenal kita selain God dan kita sendiri, tidak juga orang tua kita”. (Lagi-lagi) Dia benar. Baca selebihnya »
Happily Never After
Ini lagu aslinya dinyanyikan oleh BSB *screaming ala abege*. Pas kemaren balik ke Jakarta dan landing, denger lagu ini di Air Asia tapi cewe yang nyanyi. Setelah aku googling, ini hasilnya.
Because finally
I know, I deserve better after all
I’ll never let another teardrop fallI’m done, I’m done, said I’m so done
I’m free, I’m free
Free to feel the way I feel
Pembuka Taun 2010, Tragedi Malioboro dan Akhir Perjodohan
Hari pertama tahun baru 2010 masih di Jogja. Awalnya berencana mau ke Museum Affandi, tapi batal karna mbak serem ma yang namanya museum. Aisssh, jiwa mak-maknya keluar. Akhirnya karna cape sisa-sisa kemaren, serumah pada bangun siangan. Setelah sholat Jumat baru bisa beranjak dari kasur menjelajah Bringharjo dan Malioboro. Males si sebenernya siang bolong pergi ke pasar, tapi godaan jilbab murah jadi rela deh ^^. Dan keadaan kedua tempat belanja ini sedang penuh dengan manusia, yang ampun desek-desekannya mpe noleh dikit aja bisa mencium bau beberapa manusia sekaligus *hoek*. Singkatnya: PADET BANGET!
Tujuan belanja kali ini adalah Bringharjo buat beli jilbab, Malioboro buat beli bajunya si kecil (anak yang jagain kosku) dan nyari bakpia keju di belakang Malioboro. Nah di dompet saldo awal adalah Rp 200.000,- plus recehan (tidak termasuk tabungan di dua buah atm dan saldo credit card), sisa beli Iga Bakar tadi malem. Setelah urusan di Bringharjo kelar, aku dan mbak buru-buru ke Malioboro dengan berdesakan di tengah hamburan manusia yang memiliki satu kepentingan yang sama: mau belanja! Sampe di Malioboro bagian tengah, sisa uang di dompetku tinggal 50ribu karna uda dibelanjakan baju, jilbab dsb. Baca selebihnya »
Tour De Jogja (Part 4)
Kenapa jadi mirip cerita bersambung ya?
Anyway, jalan-jalan kali ini bertema candi. Dan seperti biasa, kita mulai jalan dari tempat menginap masing-masing jam 8. Nah ada yang salah paham ni, si Anggri. Dia pikir kalo sampe di candinya jam 8 heheheh. Kesian ih, nungguin mpe 2 jam di sana, brangkat dari Solo pula, uda brasa pengen ngutuk orang jadi stupa kali ya ^^. Maaf de heheheh.
Maen ke candi kali ini berempat; aku, Mbak Dina, Chocky dan Anggri. Tujuannya adalah Candi Prambanan, yang terkenal sebagai candi dengan arsitektur tercantik di dunia (lupa baca di mana). Dari shelter busway terdekat, aku naik 2B dan berhenti di Condong Catur. Ganti lagi ke 3B untuk sampe ke Meguwo dan ganti 1A/1B yang berenti di Prambanan. Gampang ya di sini jalurnya ^^. Baca selebihnya »
Tour De Jogja (Part 3)
Perjalanan kali ini adalah mengunjungi daerah Gunung Kidul, kita mau ke pantai. Tadinya mau mengunjungi Pantai Baron dan Sundak, sayangnya estimasi waktunya salah dan kita kesiangan sampe sananya. Brangkat dari rumah jam 8 ke shelter TransJogja terdekat. Ini juga pertama kalinya aku ngrasain naek TransJogja, beda sama TransJakarta. TransJogja lebih kecil busnya begitu juga dengan shelternya, gada jembatan penyebrangannya juga. Tapi di sini yang jaga ramah, bilang aja mau ke mana trus ntar dijelasin sama orangnya. Helpful banget ^^. TransJogja ada 6 jalur: 1A, 1B, 2A, 2B, 3A dan 3B dengan harga tiket Rp 3.000 uda bisa ngiderin Jogja loo hehehe.
Aku naik TransJogja menuju terminal Giwangan, skalian ketemuan sama Mbak Dina di sana. Habis dari Giwangan, kita naik angkutan elf gitu ke Wonosari dengan biaya Rp 6.000,-. Lama boo ternyata, aku tinggal tidur aja karna emang ngantuk banget kurang tidur, hampir 1 jam perjalanan. Sampe di sana naek angkutan 16 yang menuju Baron. Ini angkutan naujubilah ga manusiawi, uda mirip angkutan supporter bola. Penumpangnya sampe gelantungan di pintu >.<. Mbak Din kebagian juga, dia harus setengah berdiri sekitar 10 menit sampe ada penumpang yang turun. Mending kalo berdiri di bus, jarak kepala ke atap bus masi ada. La ini kagak, jadinya mbungkuk gituh. Oh ya, jalan di daerah Gunung Kidul uda aspalan mulus kok. Karna tau kita pengunjung, bukan penduduk lokal, kita ditarik Rp 10.000,- untuk ongkosnya -_- padahal orang situ bayarnya cuma Rp 5.000,-. Capede… Baca selebihnya »
Tour De Jogja (Part 2)
Akhirnya seharian ini berhasil menggemporkan kaki barengan Mbak Dina. Tadi pagi kita janjian ketemuan di halte busway Malioboro yang tengah, karna emang ada 3 haltenya (kalo ga salah). Pas ketemuan langsung nyengir bareng, so excited ngiderin kotanya orang hihiihi. Terakhir aku ke Jogja pas masi pake seragam putihabuabu, uda lama banget ^^.
Perjalanan diawali dengan menyusuri Malioboro dan foto perdana di depan kantor gubernur.

Cuma buat menandai kalo kita uda sampe Jogja aja si tujuan sebenernya dari foto di depan kantor ini. Norak? Wahahaha, we dont care. We just know how to get fun ^^. Oh ya, keunikan dari plang nama jalan di Jogja adalah dituliskan dalam 2 huruf; alfabet dan jawa. Baca selebihnya »