Oase di Padang Pasar: Belajar di Post Santa

Menemukan tempat menghabiskan weekend selain di mall adalah hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Tak hanya aman untuk kesehatan dompet, juga baik untuk kesehatan hati. Di mall keseringan melihat pasangan gandengan tangan, bikin hati perih.

Post Santa adalah oase bagi [kami] para pecinta buku. Berada di lantai dua Pasar Santa, Post Santa tersembunyi namun mencolok di kerumunan kios-kios lainnya. Warna kuning dan hitam dengan tulisan “books, gatherings, and all things creative” membuat kios ini berbeda.

Post Santa Pasar Santa
Peserta berusaha mencerna ilmu baru dari Mas Fahri 😀

Gambar diambil dari Pindai.

Baca selebihnya »

Mau Diantar Siapa? Pilihan Transportasi Wanita Lajang Ibukota

Selain pertanyaan kapan menikah, ada juga pertanyaan yang mengganggu bagi para lajang. “Dianter/Dijemput siapa?” Pertanyaan ini menimbulkan rasa kurang nyaman karena jawaban dari pertanyaan tersebut dapat mengindikasikan beberapa hal: status pernikahan, kemapanan ekonomi, tingkat pengiritan, hingga harga diri.

Beruntung teknologi telah mengubah cara manusia berkomunikasi, termasuk juga dalam menyelesaikan permasalahan hidup seperti di atas. Jika diberikan pertanyaan tersebut, kini saya bisa segera memberikan jawaban bagi sang penanya semudah 1 2 3 karena semakin banyak pilihan transportasi di Jakarta.

Bagi para wanita lajang ibukota, sudah bukan saatnya Anda merasa khawatir atau galau jika hendak bepergian. Berikut alat transportasi umum [yang beberapa di antaranya dapat diprivatisasi aka tidak perlu berdesakan dengan penumpang lain] yang dapat digunakan. Disclaimer: tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi.

Baca selebihnya »

Mengobati Racun Tomcat

Sebagai seorang lajang yang hidup sendirian di rantau, hanya ada dua kesempatan yang mendatangkan kesedihan bagi saya. Pertama, ketika tiba saatnya membayar tagihan. Kedua, ketika sakit. Belakangan saya merasa renta karena kondisi badan yang kurang fit. Salah satu kejadian yang kurang mengenakkan adalah terkena racun Tomcat.

Serangga ini pernah ngehits beberapa tahun lalu. Jika mencari melalui Google, akan ditemukan gambar-gambar korban Tomcat yang lumayan menyeramkan. Paederus fuscipes diberi nama gaul Tomcat karena bentuknya yang menyerupai pesawat tempur AS.

Paederus fuscipes
Si Paederus Fuscipes aka Tomcat, nama bagus tapi nyusahin (sumber: Google)

Baca selebihnya »

Tentang Wanita: Belajar dari Bea

Minggu lalu saya bertemu dengan seorang teman baru. Wanita bongsor berperawakan seperti Adele, dengan usia awal tiga puluh. Dari penampilannya terlihat jelas bahwa dia pandai, memiliki style, dan rasa percaya diri yang tinggi. Selain cantik, apa yang akan dijelaskannya kepada saya dan beberapa teman peserta training lainnya adalah hal yang sangat ia kuasai; teknologi dari sebuah perusahaan IT multinasional terkemuka.

Dia tidak bisa berbahasa Indonesia, karena dia berkebangsaan Filipina yang saat ini sedang tinggal di Singapura. Sebut saja namanya Bea.

Baca selebihnya »

Coffee Tasting: Cupping Kopi Lokal Bersama Anomali Coffee

Coffee shop adalah salah satu tempat favorit saya jika sedang menulis atau menyelesaikan pekerjaan. Aroma kopi dan suasananya bikin betah, yang penting sih ketika pulang ke rumah sudah ada progres atas pekerjaan yang dibawa ke sana biar ga rugi. Dengan harga yang terbilang tidak murah, bisa jadi harga secangkir kopi yang kita beli adalah termasuk biaya untuk harga sewa ruangan yang nyaman dan wifi :p*elus-elus dompet*. Karena kecintaan saya itu, maka ketika ada info mengenai acara coffee tasting saya langsung mendaftar.

Ini adalah kali kedua saya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Detik Event. Sebenarnya acara Serial Coffee Class ‘Indonesian Coffee Academy’ diselenggarakan selama tiga hari (13 – 15 November 2015) dengan sesi yang berbeda-beda, mulai dari Sesi 1 “Mengenal Bisnis Cafe”, Sesi 2 “Coffee Tasting”, hingga Sesi 3 “Coffee Blending” dengan harga tiket Rp 350.000 tiap sesi. Tentu saja saya sebagai penikmat kopi memilih untuk mengikuti Sesi 2, karena saya belum berencana untuk membuka cafe (belum ada modal tepatnya) ataupun berencana sebagai barista. Detik Event bekerja sama dengan owner Anomali Coffee, yang ternyata masih muda untuk mengadakan acara ini *brb pasang susuk pemikat*.

Coffee Cupping
Ini loh alasan kenapa cupping itu perlu

Baca selebihnya »

Solo Trip ke Eropa #7 (End): Au Revoir Paris!

Membaca berita penembakan di Paris yang terjadi pada tanggal 13 November 2015, saya merasa sedih karena sepertinya semakin sulit untuk mendapatkan rasa aman di manapun kita berada. Mau ke mana-mana menjadi semakin was-was, takut ada kejadian ini itu. Apalagi kalau mau solo traveling lagi :(. Semoga keadaan Paris segera pulih.

Paris adalah gerbang saya masuk ke daratan Eropa Barat sekaligus gerbang keluar. Saya berangkat dari Antwerpwen Centraal pada 22 Agustus 2015 menggunakan kereta Thalys jam 10.33 dan tiba di Paris Nord jam 12:35. Tujuan utama saya hari itu hanya hostel dan Château de Versailles. Tiket ke Château de Versailles seharga 25,00 € sudah saya beli pada malam sebelumnya via online dengan maksud untuk menghindari antrian masuk. Sepanjang perjalanan saya sudah membayangkan indahnya garden of Versailles dan untuk menuju ke sana dapat ditempuh dengan menggunakan RER C. Cara yang mudah sebenarnya.Baca selebihnya »

The 90’s Festival: Karena yang Bagus, Tak Pernah Tergerus

Ketika membahas tentang angkatan sekolah atau kuliah, kadang saya merasa insecure karena akan mengingatkan tentang usia masa lalu atau tentang pencapaian yang hingga saat ini masih lajang belum bisa menandingi Mbak Hadia Tajik yang udah jadi menteri di usia 29 tahun, atau Mbak Amal yang sukses di karir dan mendapatkan Om Clooney di usia 36 tahun #gagalfokus.

Sebelumnya saya juga enggan datang ke konser Glenn Fredly karena khawatir akan pulang dengan hati yang berdarah-darah, setelah dompet yang dibuatnya berdarah terlebih dulu. Namun setelah ditawari oleh teman harga presale The 90’s Festival, sekaligus dibelikan dan saya tahunya tinggal beres, tanpa berpikir panjang saya langsung mentransfer empat ratus ribu rupiah untuk membeli tiket masuk.

Photo Spot The 90s Festival
The 90s Festival

Baca selebihnya »

Jakarta Weekend Gateway: Menyusuri Sejarah Tionghoa Hingga Kuliner di China Town

Karena merasa puas mengikuti Menteng Walking Tour bersama Jakarta Good Guide, saya memang berencana untuk mengkhatamkan semua tujuan walking tour yang ditawarkan oleh mereka. Kali ini saya berkesempatan mengikuti China Town Walking Tour yang diselenggarakan oleh JGG yang bekerja sama dengan Wisata Sekolah pada 1 November 2015.

Setelah tiba di meeting point yakni Seven Eleven Hotel Novotel jalan Gajah Mada dan melakukan registrasi, para peserta tur dibagi menjadi beberapa kelompok. Saya ikut di rombongan Farid lagi, seperti sebelumnya 😀 *mulai posesif*. Tujuan walking tour kali ini adalah Candra Naya, Glodok Area, Petak Sembilan, Vihara Dharma Bakti, Gereja Katolik Santa Maria de Fatima, Vihara Toasebio, Candra Shopping Center, dan gang penjual makanan Gloria (atau kerennya Gloria Food Alley). Dari semua tempat tersebut, yang sudah pernah saya dengar hanyalah Glodok dan Petak Sembilan, padahal saya sudah sejak 2010 tinggal di Jakarta :D.Baca selebihnya »

K-Food Fair 2015, Acara Seru Pecinta K-Culture

Sebagai seorang tante dari satu ponakan, agar ga merasa tua maka saya harus catch up dengan hal-hal yang bersifat kekinian. Nah yang lagi ngehits sekarang kan yang berawalan K, segala yang berkaitan dengan Korean. Saya bukan pecinta K-Culture garis keras sih, jadinya kalau saya ditanyain sesuatu yang berhubungan dengan K-Drama ataupun K-Pop saya hanya punya satu nama. Lee Min Ho. Saya mulai sakau dengan film yang dibintanginya sejak Boys Over Flowers. Dedek-dedek pasti juga udah gede kan ya waktu itu? *insecure sama ktp*.

Pemerintah Korea menangkap peluang dengan makin berkembangnya pecinta K-Drama dan K-Pop dengan memperkenalkan K-Food. Emang demam banget kayaknya warga Indonesia dengan yang berbau Korea ini, sampai-sampai di commuter line saya sering menemui penumpang yang menghabiskan waktu dengan menonton K-Drama walau berdesak-desakan. Oppa-oppa ini emang mengalihkan dunia ckckck. Kalau lagi nonton drama trus nangis-nangis gitu kan bawaannya laper ya, nah biar sekalian menghayati suasana dan budaya Korea, maka bisa juga nih nyobain K-Food nya.

Baca selebihnya »

Celestial Movies, I Love “Little Big Master”!

When you invest in a girl’s education, she feeds herself, her children, her community, and her nation.

Prime Minister Erna Solberg of Norway

Menerima undangan screening film Little Big Master dari Celestial Movies ketika weekend adalah hal yang sangat membahagiakan, namun juga bikin galau. Gimana ga bahagia kalau nonton filmnya di Cinemaxx Mall Plaza Semanggi gratis, malah dapat plus plus goodie bag dan snack. Tapi juga bikin galau banget karena tau film ini bakal menguras air mata saya yang bertampang preman tapi berhati Hello Kitty ini :(.

pop corn and Little Big Master
Biar ada energi buat nangis, makan pop corn dulu

Baca selebihnya »