Jakarta Weekend Gateway: Belajar Sejarah Menteng Bersama Good Guide

Ketika main ke negara lain, saya sangat iri dengan fasilitas pariwisata yang diberikan kepada para turis lokal maupun internasional yang berkunjung. Mulai dari maps tujuan wisata, transportasi umum, dan pilihan tour baik jalan kaki, hop on hop off hingga bersepeda, rasanya dibuat dengan niat.

Sebagai orang yang mencari nafkah di ibukota Indonesia, maka banyak waktu saya habiskan di Jakarta. Namun saya emang ngrasa kurang mengenal kota ini, meskipun ketika membuka pintu balkon yang terlihat adalah TMP Kalibata tapi saya ga tau banyak sejarah kota Jakarta. Sebenernya udah lama saya mencari guide yang bisa memberikan informasi seluk beluk Jakarta, dan baru menemukan Jakarta Good Guide pada bulan September lalu. Gini deh yang namanya jodoh, kadang udah nyari lama baru ketemu *duh baper*.

Baca selebihnya »

Komunikasi ala LDR: Jauh di Mata Dekat di Hati

Menjalani LDR mungkin memang hal yang tidak diimpikan setiap orang, tapi ada kalanya kita harus menghadapi hidup yang tidak menyediakan banyak pilihan. Bagi para pelaku LDR pasti paham betul kondisi jauh dari significant other beserta kendala yang harus dihadapi sebagai konsekuensi jarak hingga perbedaan waktu.

Menurut saya sih jarak, LDR ataupun enggak, komunikasi yang baik adalah hal yang penting dalam menjalin sebuah hubungan. Ga jarang yang deket lebih sering ribut daripada yang jauhan. Ya gimana pinter-pinternya para pelaku dalam menjalin komunikasi aja sih. Nah, sebagai pelaku LDR yang beda negara, lintas benua dan samudra, dengan selisih waktu dua belas jam (waktunya di Jakarta tidur di sana sedang lunch, dan sebaliknya), kami perlu memanfaatkan kemudahan yang diberikan oleh teknologi untuk berkomunikasi yang tentunya dikombinasikan dengan cara-cara konservatif agar tetap bisa mengamalkan “jauh di mata dekat di hati” tanpa harus berat di dompet :p.

Gitu deh 😀

Gambar diambil dari sini
Baca selebihnya »

Solo Trip ke Eropa #6: Belgia, ABG (Antwerp, Bruges, Ghent) yang Misterius dan Menawan

Bulan madu saya dengan Amsterdam berakhir pada tanggal 19 Agustus 2015. Saya harus pindah ke destinasi selanjutnya yakni ke Belgia. Berat banget meninggalkan kota ini, dengan segala kemudahan transportasi, kesejukan udara, dan keindahan kotanya. Karena saya akan menggunakan kereta jam 07.10 dan mengingat para Meneer ini on time, jadi saya setidaknya jam 6 sudah keluar hotel.

Amsterdam Canal
Rumah mungil dari perahu di kanal Amsterdam

Permasalahan selanjutnya adalah pagi-pagi gitu saya harus naik apa ke Amsterdam Centraal? Ketika saya cek di website, tram pertama baru mulai beroperasi jam 7. Sama Sandi sudah disuruh install aplikasi buat pesen taxi sih buat antisipasi kalau perlu. Daripada pusing-pusing, ketika check out saya nanya ke mas-mas resepsionisnya dan mendapatkan kabar gembira bahwa tram pertama yang lewat di tram station depan hotel ada di jam 06.08. Senang bukan kepalang!Baca selebihnya »

Alternatif Mengisi Weekend di Jakarta

Menjalani kodrat sebagai mbak-mbak kantoran, weekend adalah hal yang paling saya tunggu apalagi kalau udah minggu malam. Padahal baru aja kelar weekend-nya, eeeh udah pengen weekend lagi. Kalian gini juga ga sih?

Sebenernya selain mengunjungi mall, masih ada banyak hal yang bisa dikerjakan untuk mengisi weekend di Jakarta. Kadang ketika weekdays belum punya acara untuk mengisi weekend, jadi ga semangat nyelesein kerjaan kecuali diingatkan lagi dengan cicilan yang belum lunas. Nah, saya mau berbagi tentang hal-hal yang bisa dilakukan sebagai alternatif untuk mengisi weekend di Jakarta.

Cooking Class

Pada tanggal 3 Oktober 2015 saya bersama food and travel blogger kondang sekecamatan, Dito, mengikuti acara Cooking Class with Detikfood.com di Hotel Pullman.  Saya excited ketika diajak Dito mengikuti acara ini. Saya sedang senang mengeksplor hal baru biar ga cepet bosen terlebih sejak saya lulus kuliah karena gada kegiatan lagi after office hours dan tidak ada paper yang harus dikerjakan berhari-hari.

Pastry cooking class
Biar dikira niat belajar masak gitu deh :p

Baca selebihnya »

Mau Traveling ke Luar Negeri? Pakai KartuPos Aja!

“Pengen banget traveling, tapi ga ada waktu untuk pesen penginapan dan segala macem tiket nih 😦 ”

Pernah ga sih kalian mengalami hal seperti itu, pengen traveling karena memang udah lama punya cita-cita untuk pergi ke suatu tempat. Atau tiba-tiba kepengen pergi ke mana gitu setelah melihat blog dari travel blogger atau dari akun-akun instagram kampret yang bikin ngiler fenomenal semacam @kartuposinsta @amrazing, sementara kerjaan di kantor lagi banyak dan kalau sampai di rumah rasanya energi udah habis? Boro-boro mau survey tempat penginapan dan mantengin harga tiket, inget mandi malem aja udah sukur.

Saya pernah mengalami hal tersebut. Keinginan untuk traveling jauh dan sendirian udah di ubun-ubun, sementara ga ada waktu untuk mempersiapkan printilannya. Awal tahun 2015, saya iseng buka webnya KartuPos. Mata saya menatap nanar ketika menemukan tulisan Europe on A Budget di list trip yang ditawarkan oleh KartuPos. Saya segera meninggalkan pesan di web tersebut untuk menanyakan teknis gimana kalau saya pergi sendirian dan kalau nambah jumlah hari (karena paketnya sebenarnya untuk dua orang).

Baca selebihnya »

Solo Trip ke Eropa #5: Amsterdam, You Took My Heart Away!

“Travel is finding out more reasons to write. And more reasons to live” – Critical Eleven

Alat Transportasi di Paris

Selama di Paris, alat transportasi yang saya gunakan ada empat; RER yang berhenti di stasiun-stasiun tertentu termasuk dari airport ke tengah kota Paris, kereta Grandes Lignes untuk ke negara lain (saya menggunakan Thalys), metro untuk keliling Paris dengan tarif 1.8€ untuk satu tiket, dan kaki sendiri tentunya dengan risiko betis jadi gedean bak kentongan. Lebih lengkapnya tentang public transportation di Paris bisa dibaca di sini. Aplikasi yang bisa digunakan sebagai panduan adalah Visit Paris by Metro – RATP dan bisa didownload dari Play Store. Sebaiknya download peta rute metro juga untuk backup atau minta print out ke petugas di metro station jaga-jaga kalau baterai hp habis.

Amsterdam, 16 Agustus 2015

Setelah menghabiskan waktu dua hari di Paris (walau masih belum puas keliling-keliling), saya harus berangkat ke Amsterdam pada 16 Agustus 2015. Saya menggunakan kereta Thalys dari Gare du Nord (atau biasa disebut dengan Paris Nord) ke Amsterdam Centraal yang berangkat pada jam 08.25. Dari Generator Hostel (metro station Colonel Fabien) ke Gare du Nord dapat menggunakan metro line 2 dan berhenti di La Chapelle metro station karena tidak bisa langsung turun di Nord. Ada kanal bawah tanah yang menghubungkan La Chapelle dengan Nord, jadi jalan terus aja hingga menemukan petunjuk ke Grandes Lines. Kanalnya emang panjang banget dan berasa bikin gempor karena saya juga harus menggendong carrier.

Line untuk kereta Thalys dan kereta antar negara lainnya berada di atas, sementara metro ada di bawah tanah. Yang perlu diingat kalau traveling ke negara Eropa adalah kedisiplinan mereka dalam waktu. Jika di jadwal dituliskan jam 08.25 maka jangan coba-coba untuk molor walau satu menit jika tidak ingin membeli tiket baru dengan harga 51€. Wifi juga tersedia di dalam kereta dengan biaya tambahan, dan tentunya saya tidak mau membeli paket tersebut. Perjalanan selama 3 jam 17 menit saya pergunakan untuk melihat pemandangan yang dilewati dan tidur pastinya. Sebagai traveller lansia, seperti istilah Ditto, maka saya memerlukan istirahat yang cukup untuk menjaga badan agar tetap fit.

Thalys train in Paris
Kereta antar negara Thalys

Baca selebihnya »

Solo Trip ke Eropa #4: We Never Travel Alone

“I’m in love with cities I’ve never been to and people I’ve never met. The most beautiful parts of life are still unfolding.”

Setelah berbagai persiapan solo trip ke Eropa yang sudah saya tuliskan di postingan sebelumnya, kali ini saya akan berbagi pengalaman selama berada di Eropa karena sudah ditanya-tanyain oleh beberapa teman. Daripada saya harus mengulang-ulang cerita, jadi saya tulis di sini. Tsah, berasa punya pembaca aja :p. Warning: postingan ini bakal panjang, bisa disiapkan camilan dulu kalau emang kekeh mau baca :D.

Saya menggunakan Turkish Air (pp) dengan rute CGK – IST – CDG – IST – CGK. Saya berangkat dari Soekarno Hatta International Airport pada 13 Agustus 2015 jam sembilan malam lebih sedikit karena ada delay sekitar setengah jam. Malam itu Jakarta sedang hujan, padahal sebelumnya tiap hari panas Jakarta bisa dipake buat ngeringin bed cover. Hujan membuat saya makin khawatir karena saya akan melewati penerbangan malam yang berpotensi turbulence, dan yang utamanya adalah hujan bikin galau :(.

boarding pass to paris
Finally, living my dream

Baca selebihnya »

Solo Trip ke Eropa #3: Deg-degan Menjelang Hari H

Reaksi pertama kalau ada yang nanya saya trip ke Eropa kali ini bersama siapa dan saya jawab “sendiri”, maka 99.962% penanya akan bereaksi “HAH, SERIUS?”. Yaiyalah saya serius. Rencana solo trip ini bukan emosi sesaat atau mengikuti anjuran pemerintah untuk meningkatkan perekonomian negar melalui kegiatan konsumtif, apalagi pelarian karena ditanya soal kapan nikah mulu patah hati, tapi memang telah melalui berbagai pertimbangan terutama menyangkut pendanaan. Cari duit itu ga mudah, Jendral!

Hari ini adalah H-4 keberangkatan saya, rasanya deg-degan banget. Membayangkan saya di sana harus mengandalkan diri sendiri, ditambah dengan berita-berita tentang Paris yang banyak copetnya, dan kekhawatiran lain membuat rasa deg-degan itu semakin menjadi-jadi. Sama aja seperti anak sekolah yang mau ujian tapi belum belajar, saya belum melakukan cukup riset untuk mengenali kota-kota yang akan saya kunjungi dan jalur transportasinya. Hingga saat ini itinerary tempat-tempat yang akan dikunjungi juga belum jadi, ya karna menurut saya bisa buka tripadvisor.com sebagaimana perjalanan saya ke Penang sebelumnya *toyor diri sendiri*.

Rumah memang selalu menyediakan kenyamanan namun kalau selalu di rumah saja dan tidak melihat dunia luar, nanti apa yang bisa saya ceritakan kepada anak-anak masa depan saya tentang dunia dan menginspirasi mereka? Lagian lumayan lah kalo punya kesempatan buat ganti-ganti background foto kan? 😀

Setelah baca sana sini, dari blog travelers sebelumnya dan kemarin juga beli bukunya Mbak Claudia Kaunang, berikut ini adalah hal-hal yang perlu saya persiapkan sebelum keberangkatan.

europeBaca selebihnya »

Doa

Ketika saya kuliah di Malang dan blog walking di blog milik teman yang kuliah di Bandung, saya menemukan doa ini. Katanya sih munajat Rasul, tapi wallahualam. Karena isinya yang bagus banget menurut saya, mencakup semua kebutuhan yang saya perlukan, maka saya senang sekali berdoa kepada Allah dengan doa ini.

Ya Allah, dengan ilmu-Mu yang ghaib dan kuasa-Mu atas seluruh makhluk, hidupkanlah aku jika dalam pengetahuan-Mu kehidupan itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika dalam pengetahuan-Mu kematian itu lebih baik bagiku.

Ya Allah, aku memohon rasa takut kepada-Mu pada saat tersembunyi ataupun terlihat,
aku memohon kepada-Mu kalimat yang benar pada saat rela ataupun marah,
aku memohon kepada-Mu sifat hemat pada saat fakir maupun kaya,
aku memohon kepada-Mu nikmat yang tak habis-habis,
aku memohon kepada-Mu kesenangan hati yang tak pernah putus,
aku memohon kepada-Mu kerelaan setelah adanya ketetapan,
aku memohon kepada-Mu sejuknya kehidupan setelah kematian,
dan aku memohon kepada-Mu kenikmatan melihat wajah-Mu dan rasa rindu untuk bertemu dengan-Mu,
tidak dalam kesulitan yang menyengsarakan dan tidak pula dalah fitnah yang menyesatkan.

Ya Allah, hiasilah hati ini dengan hiasaan keimanan, dan berilah hamba petunjuk untuk menuju jalan-Mu yang lurus dan Engkau jadikan kami pemberi petunjuk bagi mereka yang mendapatkan petunjuk.

And She Said

And she said,
loneliness comes from your own self
but what do you know, I said,
my loneliness comes from you
in fact,
I’m lonely because you’re not coming
but I can’t tell her that
just the way that she can’t do the same
to me

And so we’re walking away
denying each other
drowning our heart into the sea, where
no one will ever hear its scream,
its questions
we become soulless dolls,
bound by the common thought of all people,
by predetermined luck, logic,
behaviors

Why can’t I be with you,
I ask, to which she replies
yes, yes indeed,
why can’t you be with me?

Yet we’re fading away
each time further away from each other