Tips Ber-Commuter Line

Berdasarkan pengalaman saya yang menjadi Roker (Rombongan Kereta) selama satu tahun belakangan, berikut ini ada beberapa tips yang (mungkin) berguna bagi para Roker baik yang masih belia ataupun yang sudah fasih dalam per-Commuter Line-an. Yang perlu digaris bawahi di sini, saya bukan juru kampanye dari PT KAI (sejauh ini).

Pertama: Pastikan membawa kartu Commet jika memang sudah memutuskan akan berhubungan intens dengan CL. Sebenarnya banyak manfaat jika menggunakan kartu prabayar ini, salah satunya adalah ga perlu setiap hari antri di loket. Kebanyakan hubungan para Roker dengan CL sejauh ini sih “benci-tapi-butuh” gitu deh..

Kedua: Upayakan tubuh dalam keadaan sehat, butuh perjuangan berat ketika masuk ke kereta di jam padat. Apalagi jika berada di gerbong wanita, sense of survival kami ternyata luar biasa :p

Ketiga: Pastikan sudah memakai deodoran, kita juga bertanggung jawab atas keselamatan kenyamanan penumpang lain dan itung-itung membantu pemerintah dalam meminimalkan tingkat polusi udara. Hal ini mungkin sepele, tapi kebayang ga pas CL padat, cape pulang kerja, berdiri DI BAWAH KETIAK ORANG yang beraroma kurang sedap? Nah, jangan menjadi sumber kekurangsedapan itu ūüôā

Keempat: Sebisanya bawa satu tas saja. Selain CL itu lebih sering penuh daripada enggaknya, kerempongan akan menyusahkan kita sendiri di samping kemungkinan lupa kalau menaruh barang bawaan pada rak di atas kepala (apa sih sebutannya? Kalo nulisin kabin kok kasian pesawat disamain dengan benda-prasejarah-warisan-jepang ini)

Lima: Jauhi bangku prioritas, selama Anda bukan lansia, ibu hamil, atau mereka yang lebih berhak. Rebutan bangku saja sama yang lainnya.. *singsingkan lengan baju!*

Enam: Jaga dan awasi tas dengan baik, karena beberapa kali ada berita tentang copet di kereta. Ya kecuali jika memang ingin bersedekah kepada mereka :p

Tujuh: Pakailah earphone, untuk menghindari mendengarkan percakapan yang tidak perlu. Ya daripada ikutan dosa, apalagi jika berada di gerbong wanita..

Delapan: Bawa counterpain, tolak angin dan obat pribadi lainnya jika diperlukan. Di CL jargon “HIDUP ADALAH PERJUANGAN” lebih berasa!

Sembilan: Jangan mengeluh, berdecak kecewa dan kode-kode lainnya yang mewakili perasaan tidak suka, sebal, kecewa dan negatif lainnya. Bukan kita saja loh yang lagi cape :). By reducing negativity, we’re commited to be a good person.

Itu dulu deh, kalo ada yang lain nanti dibuatkan seri keduanya. Semoga manfaat ^^

Diposting dari dalam Commuter Line Jkt – Depok yang lagi stuck entah di mana. Untungnya dapet tempat duduk. Alhamdulillah.

Iklan

Allah Maha Melipatgandakan

Cerita ini hanya bentuk dari berbagi pengalaman semata. Semoga tidak terselip rasa riya dalam dua ribu rupiah.

Keajaiban sering datang di depan mata, namun kita lalai mengakuinya.

Sekitar dua minggu yang lalu, sepulang kerja saya mengalami yang namanya macet di daerah sekitar Gambir dan Menteng. Di dalam kopaja, daripada nganggur, saya memikirkan apa yang ingin saya makan. Jadilah saya memutuskan ingin makan pizza. Rencana: sampai di kos segera mandi, sholat, dsb, kemudian ke Pasar Festival.

Namun, rencana tinggal rencana. Badan saya yang nempel di kasur susah diajak beranjak. Saya berusaha menghubungi PDH, sebagai solusi rasa malas keluar kamar. Sayang sekali PHD tidak meng-cover daerah kosan saya *sedih*. Jam delapan malam sudah, tapi pizza masih terbayang-bayang dan perut semakin keroncongan.  Baca lebih lanjut

Berlangganan TV Cable

Setelah mendapatkan tv gratis dari kantor, saya mulai memikirkan untuk berlangganan tv cable. Sayang juga kalau tv nya nganggur. Dikarenakan banyak pilihan untuk provider tv cable ini, jadi saya mengumpulkan informasi dengan bertanya ke beberapa teman dan tentu saja membaca di internet. Kata teman yang duduk di sebelah saya di kantor, mendingan saya mencari provider yang menyediakan layanan channel HD untuk mendapatkan pilihan tontonan yang memuaskan karena tv saya juga support HD. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi pelanggan First Media.

Awalnya saya membuka web First Media dan memasukkan alamat kos pada Coverage Area untuk melihat apakah First Media sudah menjangkau daerah kosan saya. Dan ternyata sudah. Namun ketika saya menghubungi CS-nya, si mbaknya mengatakan kalau sekitar kosan saya belum dicover oleh jaringan First Media. Jelas saja saya tidak percaya! La wong di webnya saja sudah mengatakan demikian.

Saya, yang benci pada penolakan, malam harinya menghubungi CS First Media. Kenapa kok malam? Karena saya yakin petugas CS nya sudah berganti shift sehingga saya tidak perlu sungkan untuk memastikan apakah saya bisa berlangganan tv cable FM (lagi). Voila, masnya bilang bisa :D.

Baca lebih lanjut

Time Flies So Fast

Setelah membaca postingan teman saya ini, saya jadi menghitung kembali sudah berapa bulan yang saya lewati untuk menempuh masa pendidikan saya selama 1 tahun. Dan ternyata, sudah 11 bulan! When I look back, I can say “time flies so fast“. Banyak yang terjadi selama 11 bulan ini tentunya, new born babies dari keluarga dan teman, pernikahan, kehamilan, rasa pengen jalan-jalan yang sudah sedemikian ditahan-tahan, dan masih banyak lagi.

Selain segala keterbatasan dan kehidupan yang awalnya seperti roller coaster, saya juga mendapatkan banyak pengalaman, ilmu dan teman baru tentunya, priceless. Satu ramadhan juga sudah saya lewati di sini, entah bagaimana ramadhan selanjutnya :). Rasanya saya sekarang sedang antri untuk mendapatkan tiket menuju pintu ke mana saja, yang bisa memberi saya kebebasan untuk jalan-jalan di hari libur tanpa perlu menunggu memo atau surat ijin hehe, menyenangkan. Meskipun tiketnya harus dibayar dengan paper dan presentasinya.

Memang benar keputusan saya dan teman saya ini untuk pindah memang keputusan besar. Awalnya ketika masih dalam tahapan tes-tes, saya juga tidak terbayang bisa terbiasa dengan uang saku yang jumlahnya tidak sebanyak gaji saya di perusahaan lama. But money isn’t everything, rejeki sudah ada yang mengatur dan tak pernah tertukar¬†:). Malam sebelum saya pergi menandatangani surat persetujuan mengikuti pendidikan, saya malah nangis sesenggukan ketika ditelpon bapak. Bapak saya malah ketawa “kenapa kamu nangis? Padahal kamu dikasih kesempatan baik”. Beda sih ya perempuan sama laki-laki, saya kan banyak memakai perasaan :p.

Tanggal 10 November 2011 saya akan kembali ke asrama di Simprug, meninggalkan hiruk pikuk persaingan mendapatkan kursi di Kopaja. Saya akan kembali di classroom, menghadapi serangkaian uji saji, yudisium, dan keputusan kelulusan. Semoga mendapatkan hasil yang baik, baik hasil kelulusan maupun penempatan, bagi saya dan semua teman sebatch yang sudah berjuang bersama-sama.

Oh ya buat yang butuh move on, pindah tempat kerja bisa dipertimbangkan lo ^^.

Di Antara Jalanan Jakarta

Judulnya oke banget buat judul film :p. Kali ini saya akan bercerita pengalaman saya selama berada di Jakarta dan menggunakan transportasi umumnya.

Kos saya ada di daerah Karbela, jadi lebih dekat dari halte busway sekitar Kuningan daripada deretan Setia Budi. Kalau hari kerja saya akan naik P20 ke arah Senen, sedangkan kalau liburan akan naik P66 yang ke arah Blok M (keliatan bener mainnya ke mana :p). Nah saya yang sudah terbiasa hunting sendiri awalnya ya cuek saja naik P66 sampai suatu hari ketika saya bertemu dengan oknum anak jalanan yang naik ke kopaja yang saya tumpangi. Mereka berdua, dengan gaya bicara berkecepatan tinggi, kurang lebihnya mengatakan:

bapak-bapak dan ibu-ibu ya, kami di sini mencari sesuap nasi ya bapak ibu ya, kami tidak ingin mencopet maupun menjambret blablabla, sebagai sesama manusia sudah selayaknya kita saling menolong bapak ibu ya blablabla…

Ya intinya seperti itu. Sekali lagi, mereka datang dengan berbicara dalam kecepatan tinggi tanpa berusaha untuk sekedar mengamen atau yang lain. Kemudian mereka menyodorkan tangan ke penumpang. Masalahnya adalah ketika saya tidak ingin memberi uang, maka tangan dia akan semakin di arahkan ke badan saya. Otomatis saya akan berusaha melindungi diri dengan menjauhkan badan saya dari jangkauannya. Tapi namanya kopaja bisa sejauh apa menghindarnya sih? Semakin saya berusaha menjauh, maka tangannya disodorkan semakin mendekat. Hal ini membuat saya merasa diancam. Oke, memang mereka tidak membawa senjata, tapi perilaku seperti ini membuat orang merasa tidak aman. Bukan juga karena saya pelit, should I give them?  Baca lebih lanjut

So Be Careful With What You Wish For

It has been nearly two weeks since my last post here. I think if this blog is really a house, it would be a house full of cobwebs. So, how’s thing going? Pretty well? Good then, I am happy to hear from you again ;). Lately I was being terribly busy with my jobs. It haunted me all day and night long, till I didn’t get proper time to sleep and got sick. But I am getting better right now.

To make it related with the title, I’d like to share my experiences about my words that were granted by God.

“So be careful what you wish for,cause you just might get it and not know what to do wit’ it. Cause it might just come back on you ten-fold” eminem.

Sometimes me and my closest friends are making jokes by talking about people who stole our attentions and we called them “our living caffeine”. We don’t mean anything but adoring some parts of them that are used in a good way, such as their brilliant brain and inner beauty.

In short, I ever said “What if God gives me 24 hours to be spent with the person?”, without thinking much. And voila, I had to spend my time in a day, since morning till evening with the person but not in a “nice way”. Maybe another day, I will say in specific sentences how the togetherness should be spent #gakapok.

I also ever asked about a side job, so I can fill my time productively. And it happened, I got my wish until I couldn’t handle it and got sick. So, I said to my client that I can’t take the next job which has tight schedule because I was not in a possible way to continue the work.

I’ve warned you, be careful then ;). Baca lebih lanjut

Some Kind of Miracles (Then Which of The Favours of Your Lord Will You Deny?)

I never know if things that happened in several days ago were related or not, but I am a believer that something happens for reasons and causality does exist. My expectation by writing this is maybe one or two readers can learn something, including me :).

So, someone did something that unrelated with me at all, but somehow it bothered me. In my mind at the time “why are you trying so hard to look cool?”. I told my close friends about this, because it was hard to keep that thing for myself.

Didn’t take a long time, I realized that I was wrong by saying that thing (even though the person didn’t know bout this) and I felt terribly guilty. I didn’t know what to do to make my guilty feeling less. So I went to mushola¬†and prayed, but it didn’t enough to make me feel better. I kept thinking, what should I do?

I promised to myself I won’t do the same thing, or at least I will try to be nicer person. Lesson learned, guilty feeling tortures me well. Several minutes later, I decided to make an alms by sending some money. Case closed and I hoped nothing but forgiveness.

On the next days, I was busy: be a trainer assistant (to help the user) and went to subsidiary. Out of my plan and expectation, I was paid. And the nominal? Nearly close with ten times of the money that I transfered as an alms. Actually, I got more than 10 times because I got free meals and lunch for a week.

“Then which of the favours of your Lord will ye deny?”, I did mistake and He gives me blessing.

Baca lebih lanjut

Mirror

What is the importance of a mirror? So I can see myself clearer.

Finally, after had a hard time lately, I decided to make peace with myself. I spent my time and my energy to do some exercises in my office’s exercise center. I keep thinking.

I saw bad things that I have in people, and those things make me scare to realize that I am an awful person, a bad friend, person¬†who¬†hurt¬†others¬†intentionally¬†or¬†not, and humbly I’d like to say sorry for my absence. Really sorry for things that I’ve done and maybe put scars in your feeling. I am human, but I want to learn.

If people did things that hurt us deep down inside, by purposes or not, like what I said on my previous post “ambil manfaatnya, ambil manfaatnya, ambil manfaatnya”, take the lessons. From them we know that we shouldn’t do the same to others, don’t bite people who bite us because if we do it, apple to apple, we don’t have any differences with them. Baca lebih lanjut

About Attending A Wedding Party

Someone asked me, why I didn’t come to someone’s wedding party. And by chance, both of this people came from my past (the one who asked me and the one who had a wed party).

It was so funny when he mentioned about broken heart as a reason I didn’t come to the party.

Dear sweetheart, when I say “past is past” it means I really put the things in my 3rd box. And I am not kind of person who think that marriage is everything even though it is an important thing for me. That’s why I am glad we’re not meant to be *evil laugh*.

I never put my legs in a handcuff because I have things to achieve, dreams to be reached. I need them to run fast and not stuck in a mysterious thing such fate.

So, can I¬†“make people happy when they see me happy and for those who aren’t, I am humbly say sorry”?.

No need to worry bout my success, I am working on it ;). But thanks for your kind attention. And please, live in peace :lol:.

Good Things Come To Those Who (Try and) Wait

As I always do (and I keep trying to do it), for everything that happen to me that are both good and unpleasant, I believe that God want me to learn something instead of grumbling or passing it with nothing.

On previous Saturday, I went to Kwitang with 3 of my friends to look for a boarding house. We left from PLC at 11.30 am and started to walk around Kwitang at 2 pm under drizzle. We kept walking, in and out from one alley and boarding house to another, asking to inhabitant there about boarding house for woman.

Most of the places couldn’t satisfy us. There was a good and clean one but only has a free room, and we need about at least 4 rooms. We came to various type of house. One of them was a mystical house, with old women as the owner, that successful to make me feel like I was entering a different world, and I think if I stayed there every day would become “malam jum’at” day. She has many statuettes inside, old furniture, dark lighting, and I’d like to recommend that place to be a place to take a scene for Indonesian horror movie.

We also visited a mixed boarding house (aka kos campur cuy..), no women exist there but the house keeper, such entered a crocodile cage. Big NO NO for a place to live. I’d rather we walked to find another one and made my calf of leg bigger, than stayed there. So, we took a rest for a while and did our ashar prayer.

It was about 6 pm when we were tired and still hadn’t found a proper place yet, we were near with desperation and decided to go back to PLC because we had to arrive there before 8 pm. In the middle of our way to come back home, Linda, my inmate here, accidentally looked a board with “terima kos wanita” written on it. We knocked on the door, no one came. We tried again, and a house keeper came to us. Finally, we’ve found it, a nice boarding house with nice price and environment^^.

Sometimes it takes long time to meet what we want. But the only thing that we have to believe when we don’t find it, is God always gives what we need. Our life isn’t a fairytale, we won’t get what we want just by praying and soon after we open our eyes everything is served in front of us. Life won’t become interesting if every girl looks like snow white and every man turns as a prince with white horse.

Most of the time when people in trouble or in difficult situation (aka sedang di dalam cobaan), it will be easier for them to remember God than when God gives them tests with wealth and health.

Looking for a proper boarding house is like looking for a partner in life :lol:. Many people are available, but we don’t suddenly choose one just because others have found theirs. We keep waiting, praying, and trying, getting hurt, feeling up and down, until we get the right one which meets our compatibility version. But don’t worry, good things come to those who wait and try. So, while you’re waiting, make your waiting time worth ^^.

Don’t take this post too serious, will ya? ūüėČ