Jangan Nonton Negeri van Oranje!

Jadi siapa yang belum menonton film Negeri van Oranje?

Film dengan durasi 100 menit ini merupakan adaptasi novel best seller dengan judul yang sama karya Wahyudiningrat, Adept Lenggana, Nisa Riyado dan Rizki Pandu Permana. Mengisahkan tentang lima pelajar Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Belanda, dengan bumbu persahabatan dan kisah cinta tentunya. Dua kombinasi yang cukup kompleks. Siapa sih yang suka bersaing dalam hal percintaan dengan sahabat sendiri? Lagi pula makan yang paling ga enak kan “makan teman”.

Saya memang belum membaca novel Negeri van Oranje, sehingga saya tidak berangkat nonton film dengan ekspektasi. Negeri van Oranje mendapatkan skor 7.8/10 dari IMDB dan 3.77/5 dari Goodreads. Lantas kenapa saya bilang jangan nonton film ini? Berikut beberapa alasannya.

negeri-van-oranje

Sumber: Google

Bikin Pengen ke Belanda

Mengunjungi Eropa Barat adalah salah satu impian saya sejak dulu, terutama Belanda. Belanda benar-benar mencuri hati saya. FIlm ini mengambil lokasi syuting di beberapa kota di sana. Warna-warni bunga, kota, hingga arsitektur yang tertata dengan apik merupakan magnet negeri ini. Belum lagi kincir angin dan budaya bersepedanya, bikin jatuh cinta deh. Jika ingin sneak peak bagaimana rasanya berada di Belanda, harus nonton film ini!

negeri_van_oranje

Di depan Amsterdam Centraal (sumber: bintang.com)

Waspada ya jika setelah nonton jadi langsung booking tiket ke Belanda🙂.

Bikin Pengen diperhatikan dan diperjuangkan

Film ini menceritakan persahabatan pelajar Indonesia yang mengejar pendidikan S2 di Belanda. Lintang yang dilimpahi perhatian oleh empat sabahat prianya (Banjar, Wicak, Daus, dan Geri) yang pintar dan rupawan, pasti mengundang rasa iri (walau sedikit) penonton perempuan. Hayo ngaku! *nyari teman :p*

Siapa sih yang tidak ingin memiliki sosok yang bisa memberikan rasa nyaman, aman, bisa diandalkan, selalu ada dan menghibur? Memang susah ga baper nonton film ini. Pesan saya: pastikan ada yang digenggam saat menonton, minimal kemasan pop corn.

Bikin pengen belanja

Penata kostum film Negeri van Oranje ini keren banget! Tidak hanya membuat Tatjana Saphira semakin cantik, tapi juga membuat Abimana Aryasatya, Chico Jericho, Arifin C. Putra dan Ge Pamungkas terlihat semakin rupawan dan berkelas. Warna kostum yang dipilih sangat cocok berpadu padan dengan suasana Belanda yang warna-warni.

negeri-van-oranje-costume

sumber: detik.com

Baju-baju yang dikenakan oleh Tatjana Saphira bisa merangsang hasrat berbelanja, minimal membeli syal dengan warna pastel. Saya sadar diri kalau saya tidak se-girly Lintang, jadi belinya ya coat dan syal saja sekaligus buat persiapan traveling berikutnya :D . Anyway, di mall lagi banyak diskon baju winter loh akhir Desember ini!

Bikin pengen menjadi beasiswa hunter

Kuliah di luar negeri jika dibiayai dengan uang sendiri bukanlah perkara murah bagi saya. Salah satu cara untuk bisa ke Belanda, sekolah sekaligus traveling, adalah melalui beasiswa atau menikah dengan bule Belanda. Menurut saya tinggal di luar negeri akan memberikan banyak pelajaran bagi yang mengalaminya. Selain mendapatkan pengalaman, menambah ilmu dan networking, juga menambah tingkat kemandirian dan membuka pandangan hidup.

Berdasarkan pengalaman saya, ketika jauh dari rumah kita semakin menghargai apa yang bisa kita dapatkan di sana. Seperti halnya saya yang merindukan sambal pedas dan indomie rebus ketika di Paris. Atau Sandi yang seringkali saya buat iri dengan foto-foto masakan Indonesia yang sulit didapatkan di US.

“Maybe you had to leave in order to really miss a place; maybe you had to travel to figure out how beloved your starting point was” – Jodi Picoult

Bagi yang ingin mencari beasiswa, LPDP merupakan salah satu pilihan.

Menurut saya film ini bagus untuk menghidupkan cita-cita terutama tentang melanjutkan studi di luar negeri. Selain itu saya juga dibuat lebih menghargai sahabat yang saya miliki, dan tentunya significant other. Last but not least, Negeri van Oranje menggoda hasrat traveling!

71 thoughts on “Jangan Nonton Negeri van Oranje!

  1. Febriyan Lukito berkata:

    Fix. Saya gak mau nonton. Takut jadi pengen ke Belanda dan menetap di sana. Hahaha. Salah satu impian pengen cari beasiswa. Tp duluuu. Skrg sudah mulai melupakan.
    LPDP emang bagus. Masih mantengin temen yang berhasil dapat.

  2. dani berkata:

    Huaaaa. Saya malah pengen nonton nih biar dapet feelnya jadi beasiswa hunter. Hihihi… Kalo syal warna pastel pengen juga ya pake. Tapi jadinya saya mirip pastel gosong kayaknya…

  3. puputs berkata:

    ini cerita pelajar indonesia yang mencari ilmu di belanda atau… fashionista jalan2 ke belanda ya… foto2nya itu lho.. pertama kali liat gak keliatan sebagai pelajar

  4. denaldd berkata:

    Duh, aku ga tahan buat segera baca ini, mumpung dikereta ada wifi 😁 baca bukunya sekitar tahun 2009 apa 2008 ya lupa pastinya. Dan setelahnya rajin ikut tes di Nuffic Neso. Saking kepengennya kuliah di Belanda pontang panting berburu Beasiswa dijabanin. Setiap tahun ditolak, pernah sampai Interview. Akhirnya menyerah 2012, terima kenyataan kuliah aja di ITS, mengubur impian ke Belanda. Eh,2013 berjodoh dengan bule Belanda. Jadi benar seperti tulisanmu. Kalo ga dapat beasiswa, mungkin jalannya agak belok dikit ke jodoh haha.
    Atau ga kamu sama Dita KPR aja Fit di Edam 😅😅 semakin pengen lihat pelemnya nih setelah baca reviewmu *nunggu dengan sabar.

    • Safitri Sudarno berkata:

      entah kenapa komenmu berbau humblebrag bagiku hahahha. Duuuh pengen tak cubit-cubit kamu saking pengennya aku bisa tinggal lamaan di Belanda. Gitulah jalan takdir, kadang hal yang paling kita inginkan malah ga terjadi, dan doa kita dikabulkan dengan cara yang lain. Mungkin Allah akan memberikan rejeki lebih buat aku dan Dita untuk KPR di sana *ini skalian doa* hahahahaha

      • denaldd berkata:

        Coba tanyakan kepada Mas yang di Wincostin, kali aja dia tahu jalan keluarnya *lah malah nanya dia haha. Ga ada triknya Fit, kayaknya tergantung koneksi internet itu. Soalnya aku selalu berhasil komen diblog Dani, padahal baca2 komen diblog dia katanya susah, aku ga mengalami susah komen diblog Dani.

  5. Lia Harahap berkata:

    Lihat teaser-teaser promo filmnya keliatan menggoda. Apalagi kalo bukan krn negaranya sama warna warni di baju pemainnya.

    Entah kenapa pesimis sama cerita cinta dan sahabat. Terlalu biasa gak sih? Hehehe.

    Semoga bisa nonton dan gak perlu kebelet mau ke Belanda hahahaha

    • Safitri Sudarno berkata:

      Kalau sahabatnya banyak dan jadi rebutan, ini di dunia nyata yang bakal jadi “luar biasa” aka langka karena jarang kejadian ahahaha. Kekepin aja kartu kreditnya biar ga khilaf beli tiket😀

  6. Anita Dwi Mulyati berkata:

    Kemarin ada tmn yg ketinggalan blom nonton film ini nanya sama gw. Humm klo bisa di bikin meme jawaban gw waktu itu Ekspetasi Cewe:Cowo (single) 1:4 Kenyataan Cewe:Cowo (single) 40:1 #edisilebay..hehehe yang gw suka film ini aktingnya natural, jauh dari adegan sinetron lah. Bagian yang paling gw suka waktu Banjar sama Lintang bereksperimen makan stroberi pake cream mocha dari cup cakes, asli natural, santai dan memorize aja.

  7. Gara berkata:

    Beuh, Belanda! Saya pengen jalan-jalan ke sana :hehe, semoga suatu hari nanti bisa kesampaian. Pengen kenal sejarahnya sih, secara Indonesia dan Belanda kan saudara banget ya sebetulnya, akibat sejarah panjangnya :)).
    Padu-padan pakaiannya memang keren yah. Mesti belajar nih sayanya supaya bisa jadi orang yang lebih modis lagi. Dan oh, beasiswa! Ketika pendidikan saya sudah mumpuni, saya pasti akan coba :hehe. Kebetulan gedung LPDP cuma sepelemparan kolor jadi kalau mau daftar dan lala lili, pasti tidak jauh :hehe.

  8. Muhammad Akbar berkata:

    Selain keindahan Belanda, ada hal unik dalam film ini yang ingin disampaikan ke penonton bahwa laki2 yang perhatian, membuat kamu nyaman, aman dan bisa diandalkan, jangan langsung baper yah, bisa saja itu caranya untuk menutupi jati diri sebenarnya bahwa dia adalah seorang Gay. Waktu adegan si Geri ngaku kalau dia Gay, geli gitu ngeliatnya.

Habis maen komen dong :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s