Solo Trip ke Eropa #1

Tahun ini saya mendapatkan cuti besar tiga tahunan dari kantor. Di tahun normal, sebagai corporate slave akan mendapatkan 12 hari cuti ditambah 2 hari perjalanan, jadi totalnya sekitar 14 hari. Untuk cuti tiga tahunan ini, kalau ga salah saya mendapat 24 hari ditambah 2 hari perjalanan. Dalam upaya memastikan cuti terpakai dengan seksama dan sebaik-baiknya, dan mengingat rencana kuliah master kedua masih di awang-awang, saya putuskan untuk traveling dulu.

Awalnya saya pengen umroh plus ke Turki. Tapi setelah ngobrol sama senior di kantor dan saya diharuskan umroh bersama mahrom, akhirnya saya merencanakan mencari mahrom di traveling ke Eropa. Baca sana sini, saya sempat tergoda untuk ikut tour trip yang berisi 30 orang. Namun setelah dipertimbangkan, saya yang ga suka bergerombol dan basa basi, akhirnya memilih solo trip. Dengan solo traveling atau dengan grup dalam jumlah kecil, saya pikir bisa lebih bebas menentukan agenda dan tentunya akan lebih banyak berinteraksi dengan stranger(s). Baca lebih lanjut

Iklan

Mengurus Paspor Hilang

Entah efek menua atau memang khilaf, paspor saya hilang entah ke mana padahal saat itu adalah seminggu menjelang trip saya ke Penang. Setelah baca sana sini, saya memutuskan untuk mengurus paspor baru sendiri. Awalnya saya mau mengurus di kantor imigrasi di deket Kantor Pos Kota Tua karena skalian naik keretanya dari rumah. Sampai di kantor imigrasi jam 06.30 dan kata satpamnya saya sudah tidak dapat nomor antrian, padahal dari yang saya baca untuk mengurus paspor hilang harus ke Wasdakim dulu bukan ikut antrian paspor biasa. Tidak patah semangat, saya naik taksi ke Kantor Imigrasi Kelas I Kemayoran di Jalan Merpati.

Sampai di kantor imigrasi (kanim) Kemayoran, saya minta petunjuk dari front liner yang ada di lantai 1. Benar seperti yang saya baca, saya diarahkan ke lantai 4 untuk menemui Wasdakim dan mengaku berdosa telah menghilangkan dokumen negara. Pada kunjungan pertama ini, salinan berkas-berkas yang diperlukan sudah harus dibawa yakni surat kehilangan dari kepolisian, copy KTP (di A4), KK, ijasah terakhir, surat keterangan kerja dari kantor, dan akta lahir. Setelah berkas diberikan kepada Wasdakim, saya diminta kembali ke kanim tiga hari ke depan untuk membuat BAP. Baca lebih lanjut

Mewujudkan Rencana Lama: Ke Penang, Aku Pergi

Sudah lama saya berangan-angan untuk pergi ke Penang dan rencana itu baru bisa di wujudkan di awal Mei 2015 ini. Sebenernya saya berencana ke Penang dengan seorang teman kantor, sayangnya jadwal kami tidak pernah match. Tahun lalu saya sibuk dengan kuliah, giliran tahun ini teman saya yang sibuk kuliah sementara saya sudah lulus. Akhirnya saya merencanakan ke Penang sendiri.

Tanggal keberangkatan sudah dipas-pasin dengan tanggal ultah, karena saya males banget ultah pas weekday dan harus ngantor. Males basa-basi dan salamannya itu loh kalo sampe ada yang inget, jadi sebisanya tiap ultah saya nggak ngantor :D. Ijin cuti sudah keluar, flight dan penginapan sudah dipesan, tinggal nunggu hari keberangkatan saja eh seminggu sebelumnya kok ya pake acara paspor hilang. Pusing pala Berbie! Setelah mencari di apartemen dan di kantor tidak kunjung ketemu, saya memutuskan untuk membuat paspor baru dan reschedule jadwal penerbangan dan penginapan.

Paspor

Baca lebih lanjut

Criteria

Last night I attended my 1st Pertamina Toastmaster Club Speech Contest and I took humorous category. Actually, I prepared a script before this one, but I wasn’t sure I can deliver it in funny ways. After got feedback too, I was so sure to find a new topic for my humorous speech. So, this is the speech I delivered and I won the 1st place. Actually, I did some improvisations on stage, because I forgot many things :D. Some lines are inspired by Toastmasters rules. So if you don’t get my jokes, you can come and join with us 🙂 Anyway, feedback is welcome 🙂 Hope can do much better for next competition. Baca lebih lanjut

[Review] J.W Marriott Medan

Olaa, gimana kabarnya? Di Jakarta lagi gloomy langitnya. Enaknya emang buat guling-guling di kasur, dengerin radio, dan nunggu adzan magrib :p

Akhirnya ada waktu juga untuk nge-blog lagi. Senangnyaaa tiada terkiraaa *lebay*. Tapi emang beneran deh selama menyelesaikan kuliah S2 dibayangin rasa berdosa terus kalau menyempatkan diri untuk nge-blog, di dalam hati pasti nyesel “bukannya nyelesein tesis, malah nge-blog”, gitu..

Sudah baca postingan saya yang ini? Karena saya mau melanjutkan cerita tentang pengalaman selama di Medan. Tepatnya sih mau cerita tentang hotel di mana saya menginap: J.W Marriott. Sudah sejak tahun lalu, ketika saya direncanakan untuk dinas ke Medan, saya memilih untuk menginap di hotel ini. Tapi apa daya, baru tahun ini keinginan tersebut benar-benar terwujud. Baca lebih lanjut

Connecting The Dots

Mari ber-flash back ria!

“You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future.”

– Steve Jobs

Pernah ga merasa “kenapa sih saya harus melalui kejadian ini?” atau “kenapa sih orang ini harus ada di hidup saya?” Konon kabarnya tidak ada sesuatu yang lepas dari takdir dan rencana Tuhan. Jadinya apapun yang hadir dalam kehidupan kita memang sudah seharusnya, dan tugas kita adalah mengambil pelajaran. Salah satu yang saya dapatkan ketika kuliah di HI adalah kita harus belajar dari sejarah dan melakukan analisa, sehingga kita dapat menentukan langkah yang lebih baik untuk saat ini dan masa depan *padahal kalo gitu doang semua orang juga tau kayaknya hahaha*.

Bj6MbWCIUAA_FI6

Saya ingin menceritakan tentang perjalanan pendidikan dan pekerjaan saya. Saya SD di Singkawang, SMP di desa Wates (salah 1 desa di bawah kaki Gn Kelud, iya kemarin rumah ortu saya terlimpahi pasir yang dimuntahkan Gn Kelud *padahal gada yang tanya*), SMA di Kediri, kuliah S1 di Malang, dan kuliah S2 (pertama, ya kali ntar ada yang kedua dst :p) di Depok. Semacam nomaden, memang.  Baca lebih lanjut

Penipuan Bermotif Utang

Sebenarnya kejadian ini sudah terjadi beberapa minggu lalu. Namun dikarenakan saat itu saya sedang sibuk dengan UAS, jadi baru sekarang ada waktu buat nulis.

Sore itu saya pulang dari perpustakaan kampus UI, sekitar jam empat. Suasana kampus memang agak sepi karena weekend. Saya jalan sendiri menuju ke arah stasiun UI untuk kembali ke kosan. Di tengah jalan, tepatnya di depan kampus Fakultas Hukum, saya dicegat oleh seorang wanita usia sekitar empat puluhan yang menggunakan jilbab. Enggak tau kenapa, kalau dicegat orang di Jakarta dan sekitarnya pasti bawaannya suudzon. My bad but for reasons. Baca lebih lanjut

My Running Race(s)

Sambil menunggu boarding untuk kembali ke Jakarta (yang akan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Bandung), saya yang berkeinginan untuk rajin blogging lagi, kali ini ingin menuliskan tiga event lari yang sudah saya ikuti selama sebulan terkahir. Sejauh ini, saya sudah ikut tiga event. Berikut adalah ceritanya dan skalian sama foto-foto narsisnya 😀

LPS Run di BSD pada 10.11.13

Merupakan running race pertama yang saya ikuti dengan jarak tempuh 5K, pertama kalinya mendapatkan finisher medal juga. Medannya yang naik turun menjadi tantangan tersendiri. Masa ya baru aja lewat garis start, udah menjumpai tanjakan *ngusap dahi*. But it was fun..

IMG-20131110-WA0011

Foto bersama Pertamina Runners

Baca lebih lanjut

Why Running (?)

Saat ini olahraga lari memang jadi trend di Indonesia, err…lebih tepatnya di Jakarta kali ya. Hal ini merupakan berita baik buat saya yang memang sudah mulai lari ketika masih tinggal di Cikarang. Namun sejak pindah dari Cikarang pada akhir tahun 2010, udah jarang banget lari dengan berbagai alasan.

Dulu, saya keluar dari kos jam 5 subuh saat jalanan masih sepi. Kadang takut juga sih ada yang jahilin di jalan *halah*. Berbekal mp3 player dan earphone, saya lebih sering lari sendirian. Kalaupun lari bareng sama temen, ujung-ujungnya juga misah karena ada yang tetep lari dan ada yang jalan.

Apa sih sebenernya yang bisa didapetin dari lari? Baca lebih lanjut

Release Your Worries

Jadi ceritanya hari ini saya ada acara kantor di Bandung dan direncanakan dimulai jam 08.00 pagi. Biasanya, saya akan berangkat H-1. Namun dikarenakan hari Senin malam ada kuliah maha penting yang harus saya hadiri dibanding yang lain, maka saya memutuskan untuk berangkat subuh hari H dari Depok ke Bandung dengan menggunakan travel jam 5 pagi, karena selain sebagai peserta saya kali ini juga sebagai EO jadi sebisanya ga telat. All was planned well.

Nah, senin malam sepulang kuliah baru mulai packing jam 11 an, karena saya mengalami sejenis insomnia yang dibawa dari kampus efek rasa paranoid draft proposal yang diajukan ke dosen bakal dilempar di kelas. Stres abis, padahal ini masih rough draft untuk bab 1 proposal tesis. Udah lewat tengah malem makin galau mau tidur apa enggak; kalau tidur takut kesiangan sementara kalau enggak pasti bakalan ngantuk paginya.

Kekhawatiran menjadi nyata. Saya tidur dan bangun jam 04.50 WIB. Panik, pastinya! Kemampuan multitasking wanita muncul: mandi, nelpon travel, ngemas laptop, sambil mikirin solusi ntar kalo udah ketinggalan travel. Akhirnya saya tetap memutuskan ke pool travel dan memesan untuk keberangkatan jam selanjutnya yakni jam 06.00 WIB.

Di perjalanan, berbagai kecemasan muncul hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak khawatir “I released my worries and let’s see what universe offers me”. Hal ini sebenarnya sudah terbukti sejak malam ketika kuliah, review dari dosen tidak seburuk yang saya bayangkan. Sungguh kekhawatiran yang berlebihan. Tidak lama setelah memutuskan hal tersebut, bos menelpon dan mengabarkan kalau jam mulai acara diundur karena narasumber juga sedang dalam perjalanan. Universe conspires!

Dari kejadian ini, ada beberapa hal yang saya pelajari:

  1. You can have plans, God decides. (Maybe) The most surviving mankind is the most adaptable to changes.
  2. We can release our worries after planned everything well, let the universe works and watch the miracles.

preview

Setibanya di Bandung, langsung ke TKP dan acara baru dimulai 5 menit. Sekarang tinggal 1 yang belum terjawab: kran air kamar mandi kosan udah dimatiin atau belum :p.

Ya Allah, I need You as always..

Update: setelah saya kembali dari Bandung, dibela-belain pake KA ke Jakarta jam 8 malem, ternyata krannya dalam keadaan mati kok sodara-sodara! See, universe conspires! *hasil dari otak yang ga konsen*