Trouble is… A Gift

Nowadays, blogging time is such a precious time for me. I can’t tell how I miss to make a fiction story, or bring something here out of my brain. I miss to write until late at night, only to satisfy myself. Maybe this is my another random post because I have things on my mind.

I was a pessimist person, first I was in trouble I would cry and complain. I thought much, and I needed someone to be right beside me and said “everything will be okay, no matter what I’ll be here”. I bothered people around me, and I wasn’t a nice person, I wasn’t tough and I didn’t have a strong woman material. Until someday I realized, I couldn’t be the same person. I start doing things that I might not do in the past.

Baca selebihnya »

Welcoming Ramadhan 1432 H

Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan all, semoga kita bisa memanfaatkan Ramadhan ini semaksimal mungkin. Iya saya tau, udah rada telat sih tapi kan masih awal Ramadhan juga :p *ngeyel*.

Tahun ini adalah Ramadhan pertama saya di Jakarta setelah tiga Ramadhan sebelumnya saya habiskan di Cikarang. Banyak yang berbeda memang: tempat kerja, teman, lingkungan, suasana dsb. Mana yang lebih enak? Semua ada tempatnya masing-masing :). Somehow I wonder, what would happen if I didn’t take the chance to move here. Oh iya, keluarga kami juga kedatangan member baru, kenalkan faeyza keponakan yang paling saya cinta (belum ada tandingannya sih:p).

Pengen nggigit aja kalo liat dia

Ngomong-ngomong soal Ramadhan, tiga hari kemarin saya sholat tarawih di tiga tempat berbeda demi mendapatkan tempat yang GTP (Great Tarawih Place) *maksa*. Pertama, di masjid dekat kos: bacaan sholatnya oke, rakaat oke, cuma sayang banyak anak kecilnya yang bikin berisik. Hari kedua di Istiqlal, dengan pertimbangan selemparan batu dari kantor. Tapi ternyata kondisi aktualnya tidak seperti yang diharapkan. Hari ketiga, saya ke masjid yang agak jauhan. Sayang sekali, di sana lebih mirip SKJ daripada sholat jamaah. Dan hari ini saya kembali ke masjid pertama, subhanallah bacaan imamnya merduuuuu banget sampai berhasil membuat saya berkaca-kaca dan ibu di sebelah saya menangis.

Di sini selama bulan puasa saya bisa pulang mulai jam 15.30, jadi pekerjaan harus diselesaikan sebelumnya biar bisa buka puasa di kos. Macet? Jangan ditanya. Tapi so far sampai di Kuningan sekitar jam 5 sore, not too bad :).

Hal yang bikin puasa tidak terasa ketika di kantor adalah pekerjaan dan rekan kerja yang rada-rada kurang waras kocaknya minta ampun. Yang menyenangkan juga adalah setiap hari mulai jam 11.30 ada tausiah dari ustad yang berbeda-beda dan sholat dzuhur berjamaah. Hari ini yang datang adalah Ust. Ahmad al Habsyi (semoga saya tidak salah menulis namanya).

Tadi ustad bilang, malaikat Jibril berdoa yang diamini oleh orang yang paling dicintai Allah: nabi Muhammad SAW. Salah satu dari ketiga doa malaikat adalah agar Allah melaknat orang-orang yang membiarkan bulan Ramadhan terlewat begitu saja. Bisa dibayangkan ijabahnya doa ini. Semoga saya dan kalian semua tidak termasuk di dalamnya. Semoga hati kita dimudahkan untuk menerima tausiah-tausiah dan tuntunan pada kebaikan, karena di bulan ini Allah sedang mengobral besar-besaran pahalaNya. Semoga kita tidak termasuk orang yang memajukan shaf jamaah tarawih di masjid ketika menjelang lebaran. Semoga kita bersemangat dalam berlomba untuk mendapatkan berkah Ramadhan.

Semoga saya dan Anda bisa menyambut Idul Fitri dengan penuh suka cita atas apa yang kita kerjakan selama Ramadhan :). Amin.

See ya on the next post :*.

What Did You Do on Saturday?

At my previous working place, my manager asked about our activities on weekend often. Suddenly, in the middle of my idle time, I remembered about that again. I would have an easy answer for him if he asked me about this on next Monday :p.

I woke up late this morning. My body works on this automatically. On weekdays, I wake up before 5 am and this thing will not happen on weekend. Then, I put together my passion for bathing, but chose to have breakfast first. Took a bath, played angry birds, worked on my side job and those steps were repeated until evening :)).

This thing reminds me about my talk with my friend yesterday.

fitri : kerjaanku baru kelar 4 masih kurang 16 ebuset
rizka : sabtu minggu hmm besok target brp? :D
fitri : kelaaaaar
rizka : hihihi seharian brarti?
fitri : iya keknya hahaha suram
rizka : hooh
fitri : ini aja wes ketap ketip
rizka : pantesan kamu awet jomblo #digampar :lol:
fitri : :lol:
rizka : padahal lho bayangken daerah setia budi
fitri : jomblo karir
rizka : tempat banyak esmud keren2 :D
fitri : :lol:
fitri : tak nang anomali wes
rizka : disini mah buruh pabrik semua gada esmud :lol:

Have a nice weekend, all :). Holiday comes to those who wait :lol:.

Perubahan Jam Tidur

Semenjak akhir bulan kemarin, jam tidur saya jadi berubah, dan hal ini semakin ditegaskan lagi sejak minggu ini. Saya sebenarnya masih mencari pola hidup yang seimbang: main, kerja, istirahat, keja sampingan dan lain-lainnya.

Kerjaan sampingan saya kerjakan sepulang kerja, atau di sela-sela waktu istirahat jika memungkinkan (walau sering kali tidak memungkinkan sih:p), kegiatan menulis blog juga menurun drastis. Saya sering kali sudah membuka halaman “add new post” tapi kemudian menutupnya kembali. Nah sebenarnya masalah yang muncul yakni ketika saya menjadwalkan mengerjakan kerjaan sampingan itu sepulang kerja, setelah selesai mandi dan makan malam (saya biasanya sampai kosan itu magrib dan langsung mandi) pas badan sudah bersih dan kenyang, kok malah ngantuk ya >.<. Namanya juga ngantuk, mau diminumin kopi juga sepertinya ga ngefek ya..

Beberapa hari ini jadinya saya membuat strategi baru, setelah makan malam kalau bisa ya kerja kalau nggak ya tidur dulu, nanti tengah malam atau jam 2 an gitu baru bangun lagi. Dan sejauh ini sih it works. Jadi berasa kembali menjadi mahasiswa yang mengerjakan skripsi, melek pas orang tidur hehe.

Eh kok jadi membicarakan skripsi? Saya jadi ingat kalau harus mengerjakan KKW (baca: paper untuk kelulusan) dengan deadline 3 bulan dan lebih beberapa hari lagi. Mohon doanya untuk kelancaran semua kegiatan saya :D. Masa-masa sebelum mengerjakan sama sekali itu adalah masa-masa di mana perasaan saya sangat tertekan, dan sekarang sudah mendingan karena Bab I nya sudah kelar (masih bab 1 padahal, kok udah legaan ya?).

Itu saja sepertinya cerita saya kali ini. Mumpung pada istirahat, saya mendingan mengerjakan si sampingan yang deadlinenya besok minggu. Btw, ada yang punya saran yang bagus mengenai management waktu?

Miss you all ^^.

So Be Careful With What You Wish For

It has been nearly two weeks since my last post here. I think if this blog is really a house, it would be a house full of cobwebs. So, how’s thing going? Pretty well? Good then, I am happy to hear from you again ;). Lately I was being terribly busy with my jobs. It haunted me all day and night long, till I didn’t get proper time to sleep and got sick. But I am getting better right now.

To make it related with the title, I’d like to share my experiences about my words that were granted by God.

“So be careful what you wish for,cause you just might get it and not know what to do wit’ it. Cause it might just come back on you ten-fold” eminem.

Sometimes me and my closest friends are making jokes by talking about people who stole our attentions and we called them “our living caffeine”. We don’t mean anything but adoring some parts of them that are used in a good way, such as their brilliant brain and inner beauty.

In short, I ever said “What if God gives me 24 hours to be spent with the person?”, without thinking much. And voila, I had to spend my time in a day, since morning till evening with the person but not in a “nice way”. Maybe another day, I will say in specific sentences how the togetherness should be spent #gakapok.

I also ever asked about a side job, so I can fill my time productively. And it happened, I got my wish until I couldn’t handle it and got sick. So, I said to my client that I can’t take the next job which has tight schedule because I was not in a possible way to continue the work.

I’ve warned you, be careful then ;).Baca selebihnya »

Welcoming June

Q: So, what happened in May 2011?
A: I started enjoying my time to get hired by this company.
Q: How could it happen?
A: Because I had many things to do, got incoming calls, messages and emails. I learn to make fast decision and take the responsibility, it’s not easy and always succeed to make my heart beating and my head thinking faster.
Q: So, what is the distinction about that things?
A: I am happy when I am busy, many lesson learned 🙂
Q: What are the differences with your previous time?
A: Less time for blogging, chatting, youtubing, googling beside things that related with work, easier to forget things that need high quality distraction from my past and I feel awesome bout this *evil laugh* *ups, sorry*
Q: What about the pocketmoney and your deficit?
A: It doesn’t bother me as much as I thought, money isn’t everything and I’ve passed 6 months well (I guess) 😀

Even though sometimes I have to go home late, I don’t mind to do so because I keep thinking that it’s a part of my learning process. Six months have passed by, there’s nothing hard when we do it with heart :).

Q: Have something else beside your work?
A: Feel wrapped with love.
Q: Err.. do you mean “galau”?
A: Hahaha, no. Galau-ing is just a colour of my day.
Q: What kind of things that can make you feel fabulous?
A: My sister named her first child with the name that I proposed :D. She has 5 words for her name *envy*, and 2 of them came from me, awesome! I hope my niece will have awesome personality as good as her name. Beside that, I still have other countless happiness for sure.
Q: Will you write as frequent as before?
A: I’ll try to because lately there’s nothing I’ll do but sleep when I reach my room, just feel so exhausted.

Okay, be happy with June then;).

Mei 2011 dan Sharing Seputar PDKT di Kantor Baru

So, what happen on May 2011?

Di awal bulan ini ada beberapa kejadian yang pertama kalinya saya alami: pertama kalinya mengetikkan sesuatu di file KKW (semacam mini skripsi untuk syarat kelulusan BPS), pertama kalinya lembur di kantor (dan malam ini adalah malam yang kedua), pertama kalinya ke pasar sebelum berangkat ke kantor, pertama kalinya banyak teman-teman yang menanyakan soal tes masuk saya dulu ke kantor yang sekarang and asked for helps and prayers (of course I do it happily ;)), dan pertama kalinya HARUS mulai rajin menuliskan pengeluaran (karena saya diancam oleh dia, tapi karena menurut saya hal ini memang baik jadi saya ikut saja :p). Mungkin masih ada lagi, tapi saya lupa.

Berbicara mengenai kantor, bulan ini memasuki bulan ketiga dari 8 bulan total masa OJT saya. Rasanya? Sejauh ini I feel excited, apalagi belakangan banyak hal yang bisa saya lakukan. Kalau dipikir-pikir, mungkin di antara teman-teman sekelas, saya adalah orang yang paling sering berkirim-kiriman email dengan mentor (asmen) dan analis di tempat saya OJT.

Kadang saya bercanda dengan menyebutkan diri saya adalah wanita agresif karena sering mengirim email. Tapi agresif demi mendapat ilmu lebih, sah-sah aja kan ya ;). Dan belakangan saya juga sering ditelpon oleh sang konsultan karena ada pekerjaan yang cukup menyita waktu dan konsentrasi yang di assign beliau kepada saya. Oh ya, tim kami hanya beranggotakan seorang asmen, seorang analis, seorang konsultan SAP, dan saya sendiri.

Awalnya saya merasa sungkan dan deg-degan karena tidak terbiasa berkomunikasi menggunakan email untuk masalah pekerjaan, takut mereka merasa terganggu atau takut kecewa karena email saya tidak dibalas. Tapi karena menyadari kesibukan bapak-bapak tsb, dan sang asmen sendiri pernah menyatakan kepada saya jika ada keperluan apapun silakan mengirim email kepada beliau, karena beliau pasti akan membacanya meskipun tidak selalu bisa merespon dengan cepat, akhirnya sekarang saya selalu menyingkirkan rasa sungkan itu setiap kali saya telah kehabisan meteri untuk belajar atau sudah merasa bosan membaca HELP SAPBaca selebihnya »

26

When I was a kid, as I remember, I never celebrated my bday. Most of the time my mom only cooked to make yellow rice (nasi kuning) for whole family (I spent my childhood in Monterado and Singkawang – West Kalimantan). And about the present, I’ve got more than enough, not less than 3 times a year :D. Every four months when I got my report from my school, my parents gave me present because I got the highest score in my class.

Since I live far away from them and have my own salary, I never think about present any more and I think I am too old to ask for a present beside countless prayer from them. So, when someone asked me what are the special things that happened on my bday, I’d like to say I’ve got many prayers, phone calls from family and Mecca, not less than 3 meters paper wrote by my friends from CSS Batch II, I made my plan come true and went to my destination alone. And I think I won’t forget the moments. I also bought myself Sebastian, the gingerbread character in Shrek :D. He’s so cute.

The things that I think are what are my achievements until this day and find ways to reach my dreams. And also at this age, I must get used with question “kapan nyusul?” lol. I am riding my bike. The only thing that I know is I keep paddling it until I reach my destination and I am enjoying this travel ;).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

What are their prayers and they said about me? Baca selebihnya »

Let It Go

Someone did something to me several days ago. It hurt me as hell, because it is hard to believe that he, person who I can said close to me, could said something bad and tortured me in front of our friends. This was happened because of miscommunication, and let say it was my fault.

Even though I am in a PMS period, I think I won’t do the same (and I hope so). I kept thinking about his words and how big the mistake that I’ve done. Maybe the only acceptable reason for me is everyone has different standard for the size of “small and big”. I could say the miscommunication shouldn’t bring such a disaster, but maybe other would say the opposite.

So, I accepted it and finally he asked for apologize. And I said the same even though my heart still hurt at that time. I felt worry when I want to meet him, because I think I’ll act awkward because for case like this I need recovery time to neutralize my feeling.

But something unpredictable happened, when he came I can be nicer than I thought I could be. I keep asking “hi girl, what happen? I think you will stay away from him to fulfil your recovery time. But you don’t.” And I realized the truth of theory from Ted Mosby that I wrote on my FB wall:

You may think your only choices are to swallow your anger or throw it in someone’s face, but there’s a third option: You can just let it go, and only when you do that it is really gone and you can move forward. -HIMYM-

Maybe one of the cure of hurt heart is let it go.

Commitment With The Kids

I realize that I am not a good teacher.

Hal ini sering mengusik saya belakangan. Ketika anak-anak mulai bosan, atau mulai ramai sendiri di ruangan, then what should I do? Sebenarnya ketika hal seperti ini terjadi, saya, yang juga pernah menjadi pelajar, akan menyimpulkan bahwa every teacher has responsibility in making an exciting class. So it’s not too much when we say that:

‎”You can’t have a great school without great teachers. When you see a great teacher, you are seeing a work of art. You’re seeing a master, and it is as unbelievable as seeing a great athlete, or seeing a great musician.”

Waiting for Superman

When this thing happen, I put the blame on myself. So, I keep thinking how to be a nice companion for them while learning and spending a part of their Sunday in Taman Ilmu.

Lesson learned: keenness isn’t not enough, good methods are needed to make things work.

Saya termasuk orang yang gampang bosan jika suatu materi yang dijelaskan atau cara penyampaiannya gagal membuat saya tertarik. Apakah kebosanan anak-anak ini karma atas apa yang saya lakukan ketika masih sekolah atau kuliah? Berdoa agar bel istirahat atau bel pulang cepat berbunyi padahal masih 2 atau 3 jam di dalam kelas :D. Jadi, saya sadar betul ketika tidak bisa menarik perhatian mereka, berarti what I am doing isn’t enough to make them interested.Baca selebihnya »