Jakarta and The Things I Hate About

Things that amaze me when I visited Phuket and could be never happen here were:

  1. People around there used horn rarely. It made the city so peaceful.
  2. They completely applied “queue” term. When I had to use toilet, people who came first stood in a line and not in front of each door in the toilet. If a door opened, then the first person in queue would get her turn.

I can say that people here use horn excessively. Why you don’t try to be patient just for a bit? It drives me crazy and mad every time I hear people pressing their horn repeatedly. It makes me want to hit them with baseball stick >_<.

Hey, smokers, this city isn’t yours! How could you throw your cigarette ash out of your window innocently? Do you ever think about sin that you’ve made for being a selfish person and harm others?

And the last one is thing that happen most of the time when I am in Jakarta. I keep asking myself, why it’s hard to trust people there? and I feel bad about this, honestly. I know it’s not nice, but I can’t restrain my head for thinking something bad could happen if I don’t keep my eyes open (except if I’m in a bus, I sleep often).

Iklan

Pria-Pria Yang Akan Aku Jauhi

Maaf bukan bermaksud menyindir ato melecehkan, tapi aku memang orang yang perlu memastikan kenyamananku dalam berhubungan dengan orang lain. Jika aku merasa nyaman dengan seseorang, maka aku akan tetap berhubungan baik dengan orang itu. Begitu juga sebaliknya, secara otomatis aku langsung menarik diri dan akan seminim mungkin berinteraksi dengannya.

Aku memang suka mengamati orang lain dan reaksiku ketika berinteraksi. Aku adalah manusia ekstrovert yang ga jarang cepat akrab dengan orang yang sama sekali belum aku kenal sebelumnya.

Aku punya beberapa orang teman, mereka adalah orang yang sama sekali belum pernah aku temui, namun kedekatan kami seperti orang yang saling mengenal dekat sebelumnya. Mungkin lebih akrab dari orang-orang yang bisa aku temui setiap hari. Aku begitu karna aku merasa nyaman. That’s all.

Ada beberapa sifat, terutama dari pria, yang bisa bikin aku ilfeel dan merasa malas untuk berinteraksi dengannya. Dan hal ini tidak berkaitan sama sekali dengan racism.

  1. Suka bertanya.

    Yap, ini amat sangat bikin gerah yang luar biasa sekali. Aku ga suka aja kalo ada pria yang suka menanyakan hal-hal sepele terlebih lagi yang dikarenakan dia malas untuk mencari tau atau membaca buku petunjuk.

    I mean, kalo kamu masih ada di depan monitor dengan koneksi internet yang bagus, gampang aja kan untuk mendapatkan jawaban dari ketidaktauan itu. Bacalah dulu, coba cari tau dulu, kalo udah mentok baru tanya.

    Di mataku, pria itu harus smart, harus ada effort nya untuk mendapatkan sesuatu. Karna ketika dari hal-hal kecil aja dia ga bisa menghandle dengan baik, gimana ntar kalo udah jadi kepala rumah tangga? Masa ntar kalo anaknya tanya “ayah, siapa yang menemukan teori gravitasi?” dan si ayah cuma bisa menjawab “nanti ayah tanyakan pada ibumu”. Grrrrr….

    Lagian, bukankah pria akan merasa rendah diri dan ga suka kalo pasangannya ternyata “lebih” dari dia? Baca lebih lanjut

Things That You Should Think About Before You Fall For A Foreigner

Lil bit weird? I don’t think so. I just post what i want, something that pass in my mind.

I wanna talk about this. Humm i think it’s a common thing, married to a foreigner and it will be nice to have cute-blue-green-shining-eyes-blesteran children indeed :lol:. But there are many things that you need to think about, before you decide to make a relationship with one of them.

Here we go, take a seat and be a nice reader ^^.

  1. Religion.
    For me, religion is the most important thing to build a household. I want my children grow up in a family which has a good religious circumstance. Husband not only becomes a leader for worldly things, but afterlife too. That’s why, it’s a must for my future couple has a same religion with me.
  2. Nationality.
    I don’t know much about this thing, but it will be another obstacle too. You must choose a nationality, yours or follow your couple. Think about this carefully, will you choose to be a foreigner at your own country and start to recognize your new national anthem and flag? But if you’re thinking this is not a big deal, go ahead to catch your love story dear ^^.

    The Red White

  3. Place to live.
    Ya i think there’s no place as nice as home, no matter how lovely the new place is. If you’re living abroad for a reason or duty, there will be a time that you’ll awfully miss anything that remind you with your hometown and smell of the wet soil ^^. Baca lebih lanjut

To Make The World Better

When i walk alone in a crowd of human, i think about many things. And from me-and-myself-day on previous Sunday, i got this; i want to start doing something to make the world better, begins with simple and small things.

Let's do something

Here we go:

  1. I just bought a big bag two weeks ago. I bought it because i need a big one to put my big france books in it. I’ll use it every sunday, and it has to bring a good habit effect too. Sometimes when i go to Jakarta i’ll  buy something, and the seller or cashier will give me plastic. I don’t need the plastics anymore, because i can put it in my big bag and tell the cashier “mbak, ga usah diplastik ya”. This can reduce the usage of plastic bags.
  2. I’m annoyed because the lack of respect for each other and human contact. I rarely see people use these magic words;  “maaf”, “tolong”, “permisi”, and “trima kasih”. People stay busy with their own life , no more smile, no more greeting. And i dont want to be the part of them. I’ll try to smile, greet and use the magic words everyday ^^. Baca lebih lanjut

FB

Sometimes, i do hate to open FB.
Sometimes, it brings too much disaster than it should be.
Sometimes i think, it would be better to know nothing than to know something and get hurt.
I don’t blame the finder of FB, no.
I just cant handle my curiosity.
I just cant handle my fingers for clicking and typing on Firefox.
My eyes and my heart just can’t compromise.
And it feels like eeerrrr Baca lebih lanjut

This is The Piece of SHIT in MY Country

Taken from here. And it makes me S.I.C.K.

Banyumas, (tvOne)

Berbeda dengan nasib para koruptor yang selalu kebal hukum, gara-gara mengambil tiga biji kakao di kawasan perkebunan, Minah (55) seorang nenek renta di Banyumas, Jawa Tengah, harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Purwokerto. Meski terancam hukuman 6 bulan penjara, sang nenek hanya bisa pasrah, pasalnya selain tidak paham hukum, sang nenek tidak memiliki biaya untuk meminta bantuan pengacara.

Menurut Minah, saat bekerja di perkebunan milik PT Astra, MInah mendapati tiga biji kakao yang terjatuh, Minah kemudian mengambil ketiga biji tersebut untuk dibudidayakan. Namun tindakan Minah diketahui oleh mandor perkebunan dan dilaporkan ke polisi.

Sejak kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan, Minah ditetapkan sebagai tahanan rumah selama lebih dari satu bulan. MInah telah sekali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Purwokerto dengan materi dakwaan jaksa penuntut umum.

Warga berharap agar Minah dibebaskan. Pasalnya, selain jumlah biji yang diambil tidak seberapa, lokasi perkebunan yang luasnya sekitar 200 hektar berada di sekitar pemukiman warga. warga juga prihatin dengan Minah sebab jangankan untuk membayar pengacara, untuk berangkat ke pengadilan menghadiri sidang saja Minah tidak memiliki uang.

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Ali Imran : 18).

Let’s Help Others

Morning all..

Thank you for reading this post. With humility, i would like to invite you to share our lucks, happiness and cheerfulness. Maybe, you haven’t found a way to give your charity to the right place. Hereby, i am glad to let you know this links (c3friend and YSDF) and hopefully we can do something for our unlucky brothers and sisters outside.

Just look at their sincere faces, which are filled with hope for you kindness and attentions. If you have time, just visit them. You can spend your time together for once, and you’ll want it much more :). Our burdens are nothing, you’ll get unsaid happiness ever.

Harapan Itu..

Jadi juga hari minggu kemaren maen ke Dharmais Cancer Hospital bersama beberapa teman untuk mengunjungi adek-adek di sana. Kami membawa kaos polos dan cat supaya mereka bisa menggambar di atas kaos itu.  Ini pertama kalinya aku melakukan kegiatan seperti ini. Rasanya…. sungguh membahagiakan.

Melihat tangan mereka digelayuti selang infus, miris rasanya, iba. Tapi mereka sungguh luar biasa. Di usia semuda itu, sudah merasakan berjuang melawan maut. Sedangkan di luar sana, banyak orang yang menyia-nyiakan kesempatan hidupnya dan berfikir bahwa dia sedang menanggung beban berat, lebih berat dari siapapun. Yang sesungguhnya beban itu gada apa-apanya dibanding dengan perjuangan hidup mati adek-adek di Dharmais.

Sherly, balita 3 tahuanan yang sedang lucu-lucunya. Harusnya anak seusia dia tengah senang-senangnya berlarian ke sana sini. Tapi kenyataan berkata lain, dia harus menjalani waktu bermainnya dengan ditemani kain masker di lorong ruangan anak Dharmais.

Ada juga Ikhsan. Kira-kira udah SMP. Waktu kami dateng, Ikhsan baru kelar di kemo. Badannya kurus, ga bisa ngomong juga. Kulit di sekitar lehernya juga mengelupas. Kata mas Deny (volunteer di sana) efek kemo itu juga memberikan dampak negatif lain bagi penderita, seperti rambut rontok dan sariawan yang bejibun di mulut sampai ke tenggorokan. Bayangin aja, 1 sariawan di bibir aja udah perih rasanya, trus gimana rasa sakit yang tengah dihadapi Ikhsan.

I just want to hug them, stroke their hair, and say “everything is gonna be okay, dont worry…”.

Orang tua adek-adek itu pun sungguh-sungguh luar biasa. Ada seorang bapak bercerita gimana usahanya mencari 30 kantong darah untuk anaknya yang baru kelar di kemo. Si bapak menghubungi rekan-rekan dan saudaranya, sayangnya hanya 15 orang yang bisa menyumbangkan darah untuk sang anak. Lalu si bapak pergi ke PMI, mencari kantong-kantong darah yang memberikan sedikit harapan untuk memperpanjang kebersamaannya dengan sang anak di dunia. Jika kalian punya kesempatan untuk mendonorkan darah, donorkanlah. Karena kantong-kantong darah itu akan menyelamatkan nyawa orang lain.

Aku juga melihat foto-foto yang ditempel di sana. Ada 1 bagian yang bertuliskan “In Memoriam”. Aku berusaha memahami apa yang mereka rasakan saat melihat satu persatu temannya meninggalkan mereka, kemudian fotonya dipajang di sana. Seperti antrian, bahwa suatu saat (mungkin) tiba juga giliran mereka. Aku tak mampu membayangkan, ketakutan seperti apa yang tengah mereka lawan. Harapan dan semangat hidup adalah obat yang cukup mujarab untuk memperpanjang sampai entah ke titik mana keberadaan mereka di tengah-tengah keluarga.

Dan kehangatan mereka menyambut kami di tengah kesulitan dan kesedihan yang teramat, membuatku ingin kembali ke sana. Mereka sangat hangat, santun. Aku hampir melinangkan air mata saat berpamitan dan memberikan kotakan-kotakan kue kecil itu. Satu persatu dari mereka mencium tangan kami dan mengucapkan terima kasih. Padahal kami tidak melakukan sesuatu yang berharga.

“I have cancer, but the cancer doesn’t have me.

img_4772

img_4774

img_4783

img_4797

img_4788

img_4812

img_48131

Rencana Akhir Pekan

Yiiiihaaa besok minggu, I LOVE SUNDAY. Minggu kemaren udah diiisi dengan acara arisan di Plaza Semanggi dan jalan-jalan ke Kota Tua. Cukup melelahkan dan menyenangkan. Besok, aku dan beberapa rekan kerja (aish, temen di kantor maksudku) akan berkunjung ke RS Darmais untuk bermain dengan adik-adik di sana.

Ini tadi Mbak Lala, seniorku, mendapat kabar dari pihak RS, katanya si kami bisa membawa beberapa kaos putih polos yang nantinya akan kami warnai bersama adik-adik di tempat perawatan kanker di sana. Dari dulu banget ini salah satu impianku, bisa jadi relawan untuk kegiatan sosial. Alhamdulillaah mulai dibukakan jalan ke sana.

Aku ga sabar untuk bertemu dengan mereka, berbagi kebahagiaan yang kami miliki. Ah rasanya malu sekali jika aku harus berkeluh kesah karena bosan atau lelah bekerja, karna sesungguhnya aku dikaruniai umur dan kesehatan yang tak ternilai harganya.

Pray for me guys, semoga aku ga nangis di sana dan bisa menghibur mereka (walo sedikit).

Heran Atas Pembajakan Tulisan

Aku terheran-heran, mendengar kabar soal tulisan yang dibajak.

Oke, beberapa kali sering aku jumpai para blogger wordpress yang “protes” karena tulisannya dibajak. Tapi kali ini, pembajakan tersebut terjadi langsung dengan orang yang aku kenal.Bikin heran. Kalo menyontek ide mah masih wajar, tapi kalo udah copy paste tanpa di edit dsb, kok ya terlalu.

Menurutku pastilah tiap orang punya pikiran beda-beda dalam memandang dan menginterpretasikan sesuatu. Cara penulisan dan analisis tiap orang itu unik. Tiap penulis tenar maupun blogger biasa aja punya ciri khas bahasa dan gaya penulisan sendiri.

Trus, bagaimana dengan para pembajak itu? Malas-kah? Ga kreatif-kah? Ga-bisa-nulis-kah? Padahal setauku ga enak banget mengakui milik orang lain sebagai milik sendiri. Malu.