Aging

“How old are you?” Don’t you think question about age should be categorized as “Forbidden question” number three after weight and status?

So, how old are you? If you feel difficult to count your age quickly, there’s only two possibilities:

  1. You hate math
  2. You’re aging, because your brain function is decreased so you feel difficult to count

Actually, there are three signs of old age. The first is your loss of memory. And… I forget the other two.

I hated for being called Bu. At the first time I heard that, felt like I want to kick that person. But lately I made peace with myself and accept any kind of salutations given “Safitri, Miss, Mbak, Bu, Aunty”, but still hard to being called “Budhe”. It makes me feel so old, as old as Prambanan Temple.

Aging-Gracefully_-2-Faces

Let’s talk about loses in aging issue.Baca selebihnya »

About Finding A [Perfect] Bag

Beberapa waktu belakangan ketika ada keperluan untuk pergi ke mall, saya akan menyempatkan diri masuk ke outlet yang menjual tas perempuan. Saya bukan tipe orang yang suka mengoleksi barang perempuan, misalnya punya beberapa tas atau berlemari sepatu. Satu tas untuk satu keperluan cukup buat saya; satu tas ransel, satu tas selempang, dan satu buat kondangan. Antara irit, pelit, ga modis emang beda tipis Jendral! 😀Baca selebihnya »

Criteria

Last night I attended my 1st Pertamina Toastmaster Club Speech Contest and I took humorous category. Actually, I prepared a script before this one, but I wasn’t sure I can deliver it in funny ways. After got feedback too, I was so sure to find a new topic for my humorous speech. So, this is the speech I delivered and I won the 1st place. Actually, I did some improvisations on stage, because I forgot many things :D. Some lines are inspired by Toastmasters rules. So if you don’t get my jokes, you can come and join with us 🙂 Anyway, feedback is welcome 🙂 Hope can do much better for next competition.Baca selebihnya »

[Review] J.W Marriott Medan

Olaa, gimana kabarnya? Di Jakarta lagi gloomy langitnya. Enaknya emang buat guling-guling di kasur, dengerin radio, dan nunggu adzan magrib :p

Akhirnya ada waktu juga untuk nge-blog lagi. Senangnyaaa tiada terkiraaa *lebay*. Tapi emang beneran deh selama menyelesaikan kuliah S2 dibayangin rasa berdosa terus kalau menyempatkan diri untuk nge-blog, di dalam hati pasti nyesel “bukannya nyelesein tesis, malah nge-blog”, gitu..

Sudah baca postingan saya yang ini? Karena saya mau melanjutkan cerita tentang pengalaman selama di Medan. Tepatnya sih mau cerita tentang hotel di mana saya menginap: J.W Marriott. Sudah sejak tahun lalu, ketika saya direncanakan untuk dinas ke Medan, saya memilih untuk menginap di hotel ini. Tapi apa daya, baru tahun ini keinginan tersebut benar-benar terwujud.Baca selebihnya »

Mencoreti Impian Tahun 2014

Bulan Juni tahun 2014 ini sungguh bulan yang luar biasa buat saya, terutama dalam 2 minggu terakhir. Banyak hal-hal penting dan menarik yang terjadi, hal yang selama ini saya tunggu dan dambakan. Setelah bisa short escape ke Samosir, sementara badan belum selesai lelahnya, saya kembali ke Jakarta. Selain ditunggu oleh list pekerjaan, list impian saya di tahun ini juga menanti untuk dicoret. Yay! ^^

Sebenarnya saya lelah secara fisik dan mental, saat ini saja saya sedang flu yang sepertinya sebagai akibat kurang istirahat dan kurang makan. Hari minggu saya sampai di kosan, kembali dari Medan, pada jam 23.00 WIB. Besoknya sudah bekerja lagi dan harus pulang malam karena ke kampus dulu untuk menyerahkan tesis kepada dosen penguji ahli, serta ke toko kue untuk menyiapkan konsumsi bagi para dosen yang hadir di sidang tesis saya pada hari Selasa. Dengan badan yang lelah sangat, file presentasi pun saya buat pada hari Selasa jam 01.30 WIB. Deadliner sejati 😐

Pas mau sidang rasanya hati dan pikiran ga karuan. Tapi alhamdulillah dinyatakan lulus walaupun harus dengan revisi :D. Akhirnya ujung dari perjuangan selama dua tahun terlihat sudah. Dua tahun yang luar biasa karena saya harus banyak menolak ajakan teman-teman untuk ngumpul bareng dan traveling :(. Berat banget melihat yang lain upload foto liburan sementara saya di warung kopi mengerjakan tugas kuliah. Selalu ada harga yang dibayar untuk setiap cita-cita! 🙂

Wajah bahagia setelah sidang
Wajah bahagia setelah sidang

Baca selebihnya »

Medan!

Akhirnya saya bisa ke Medan juga sodara sebangsa dan setanah air ^^. Seharusnya tahun lalu saya ditugaskan untuk kunjungan dinas ke kota ini. Hotel sudah saya pesan, sudah membayangkan makan durian Ucok. Namun apa daya Allah berkata lain. Saya tidak jadi ke Medan karena ada pekerjaan lain di Jakarta. Kecewa? Pasti. Karena seharusnya saat itu saya dinas bersama ehm…bos idola :p

Kata orang rejeki ga ke mana, tapi jodoh yang entah di mana #eh, maap ga fokus *ditoyor*. Saya mendapatkan tugas kembali untuk pergi ke Medan. Tadinya malah malas-malasan karena saya yang sedang menunggu jadwal sidang tesis, harus sebisanya stay di Jakarta karena saat ini saya lebih mengharapkan lulus dan mendapatkan ijasah daripada ijab sah. Tapi karena kepastian sidang tak kunjung datang, maka saya memutuskan menerima tugas ke Medan. Tuh kan wanita itu perlunya kepastian, bukan digantungin kayak jemuran *ditoyor lagi*.

Baca selebihnya »

Menyapa Allah

Sebuah refleksi.

Jadi ceritanya pagi menjelang siang tadi saya pergi ke Elite Club di komplek Epicentrum Kuningan. Bukan untuk fitness tentunya (karena ga mampu bayar), tapi untuk mengambil race pack Samsung S Run Series. Setelah selesai, saya memikirkan cara untuk menuju ke Anomali Coffee di Setia Budi One. Karena jarak antara Epicentrum dengan SB1 ini cuma selemparan batu, saya jadi dilema: kalau mau naik TJ malah kelamaan nunggunya, sementara kalo naik taksi takut ditoyor supirnya karena argo belum naik dari Rp 6.000,- udah sampe. Maka saya sebagai seorang fun runner memutuskan untuk jalan kaki (ya iyalah, masa lari :p).

Jakarta saat itu sedang panas terik, dan di sisi jalan Rasuna Said minim banget pepohonan. Dalam hati saya berkata “coba ya ademan dikit. Ya Allah, ademin sebentar dong langitnya”. Baru juga selesai “mbatin”, eh beneran dong langit di atas saya berjalan ditutupin awan dan jadi ga panas. Trus saya mikir, “kamu loh punya Tuhan, ya minta aja”. Kemudian saya berdoa, lebih tepatnya kayak monolog. Dan yang terjadi adalah sepanjang jalan saya menuju ke SB1 jadi teduh :”).

Saya jadi mikir, tiap hari sholat dan berdoa tapi sering kali saya tidak berkomunikasi akrab dengan Allah. Kadang merasa Allah terlalu tinggi dan sibuk untuk mengabulkan doa saya yang remeh temeh. Bukan karena Allah tidak mampu, tapi lebih ke “siapa sih saya?”. Saya terlalu gengsi untuk menyapaNya.

Sebenernya juga ga perlu ada keajaiban-keajaiban dulu lantas kita baru merasa dekat dengan Allah. Seharusnya mensyukuri diri yang masih diberi umur dan kesehatan saja sudah bisa menjadi “bahan obrolan” kepada Allah. Merasakan kehadiranNya. Karena Allah lebih dekat dari urat nadi kita sendiri.

bced48afdb19ae4a8b09983f12b6c60f

Connecting The Dots

Mari ber-flash back ria!

“You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future.”

– Steve Jobs

Pernah ga merasa “kenapa sih saya harus melalui kejadian ini?” atau “kenapa sih orang ini harus ada di hidup saya?” Konon kabarnya tidak ada sesuatu yang lepas dari takdir dan rencana Tuhan. Jadinya apapun yang hadir dalam kehidupan kita memang sudah seharusnya, dan tugas kita adalah mengambil pelajaran. Salah satu yang saya dapatkan ketika kuliah di HI adalah kita harus belajar dari sejarah dan melakukan analisa, sehingga kita dapat menentukan langkah yang lebih baik untuk saat ini dan masa depan *padahal kalo gitu doang semua orang juga tau kayaknya hahaha*.

Bj6MbWCIUAA_FI6

Saya ingin menceritakan tentang perjalanan pendidikan dan pekerjaan saya. Saya SD di Singkawang, SMP di desa Wates (salah 1 desa di bawah kaki Gn Kelud, iya kemarin rumah ortu saya terlimpahi pasir yang dimuntahkan Gn Kelud *padahal gada yang tanya*), SMA di Kediri, kuliah S1 di Malang, dan kuliah S2 (pertama, ya kali ntar ada yang kedua dst :p) di Depok. Semacam nomaden, memang. Baca selebihnya »

Cerita si Lajang

Udah lama ga ngeblog, sekali nongol malah curcol :p

Jadi ceritanya tadi malam saya blogwalking ke blognya Mbak Okke yang membahas tentang Teori Jodoh dan Label Perempuan Lajang. I couldn’t agree more with these posts. Ternyata masalah perempuan lajang ini menjamur yah, jadi saya ga perlu merasa khawatir sendirian *dadah-dadah ke perempuan lajang lainnya*.

Faktor lingkungan memang luar biasa berpengaruh dalam pola pikir seseorang, apalagi kalau orang itu tidak punya visi khusus terhadap hidupnya sendiri. Beberapa waktu lalu saya sempat “dicekokin” berbagai teori tentang pernikahan. Intinya sih jangan terlalu picky dalam memilih jodoh, ntar malah ga nikah-nikah. Hal ini belum seberapa kalau lajang lain di sekitar adalah mereka yang sedang ngebet nikah hihi.. Padahal beli lele yang sama hitam dan kumisan di pasar aja perlu milih, lah ini urusan dunia akhirat yang ga bisa di-trial and error masa ga milih sih? Non sense :pBaca selebihnya »