Unforgettable 2015

Tahun 2015 sudah berlalu. Rasanya baru kemarin saya mendekam berhari-hari di kamar mengisi liburan Natal 2014 dengan maraton membaca novel Ika Natassa, Twivortiare dan Twivortiare 2. Kemudian mengunjungi rumah orang tua menghabiskan liburan Tahun Baru 2015. Time flies.

parents house kediri

2015 memang tahun yang sangat berkesan, karena banyak hal terjadi di tahun ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Berjodoh di Danau Toba

Jadi, apa makna berjodoh?

Mungkin salah satu definisi berjodoh adalah ketika kita menghabiskan waktu, secara tidak disengaja, bersama orang lain dalam dimensi tertentu (ruang, waktu).

Pertengahan tahun 2014 adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Medan untuk perjalanan dinas. Saya membulatkan hati melanjutkan perjalanan ke Pulau Samosir, meskipun harus solo traveling. Sayang sekali jika sudah jauh-jauh ke Medan tapi tidak menghirup udara dan menikmati ketenangan Samosir, meskipun hanya satu malam.

danau toba

Entah kenapa saya bersikeras saat itu, padahal saya belum pernah ke sana sebelumnya, dan hanya memiliki waktu terbatas (dua hari satu malam) mengunjungi Pulau Samosir. Ketakutan tidak akan membawa kita kemanapun. Saya menepiskan rasa takut dan ragu ketika menunggu driver travel Nice Trans menjemput di lobi J.W Marriot.

Baca lebih lanjut

Reunian ala Lajang: Ngadem di Puncak

A strong friendship doesn’t need daily conversation, doesn’t always need togetherness, as long as the relationship lives in the heart true friends will never part.

Lelah dengan hiruk pikuk kota Jakarta, saya dan tujuh teman perempuan lainnya memutuskan untuk reunian di Puncak ketika weekend. Tidak semua berasal dari Jakarta, tapi juga Bandung dan Jogjakarta. Siapa bilang jadi lajang tidak sibuk? Justru kami selalu sibuk mencari kesibukan :D.

Pada awalnya kami ingin mencoba caravan Taman Safari, tapi ternyata di tanggal yang kami inginkan sudah full booked. Melalui booking.com, kami direkomendasikan satu family room dan satu cottage di Buena Vista Boutique Hotel – Puncak dengan harga total Rp 1.350.000,-, yang masing-masing diisi empat orang.

Baca lebih lanjut

Berasyik Masyuk Bersama Cumilebay: Sehari Menikmati Pepes Walahar, Stone Garden, dan Sate Maranggi

Jika ada waktu untuk libur sehari, apa yang ingin kamu lakukan?

Sebagai pelaku LDR* lintas negara lintas benua, mengisi waktu dengan hal yang menarik adalah sebuah kebutuhan. Jaman sekarang, ketika teman seumuran sudah pada menikah dan berkeluarga, maka yang bisa diajak kelayapan adalah mereka yang menjadi bujang lokal (para pelaku LDR lainnya) dan juga mereka yang masih single.

Salah satu kenikmatan menjalani LDR adalah kebebasan dalam mengisi waktu luang dan berteman. Setelah diwisuda pada tahun 2014 lalu dan masih mengurungkan niat andil dalam meramaikan persaingan kuota penerima beasiswa luar negeri, saya menjadi orang yang semakin tertarik untuk membaca buku dan bersosialisasi menjalin relasi (baca: kelayapan).

Libur Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 lalu menjadi oase penghilang dahaga bagi kami para abdi korporasi yang haus akan liburan. Beruntung saya berteman dengan orang-orang yang juga suka jalan dan jajan. Kali ini saya pergi dengan empat blogger lainnya yakni Mas Cumi, Chocky, Wahyu, dan Dita. Belum kenal mereka? Ah, klik aja link nya :D.

Yakin hanya berlima saja, terus supirnya siapa? Ya Mas Cumi! Kapan lagi bisa disupirin sama blogger kondang *ditoyor Mas Cum*. Baca lebih lanjut

Wisata Mata, Hati, dan Perut di Pusat Jakarta? Bisa!

Menjelang tahun ke enam bekerja di sekitar ring satu Jakarta, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat akan menjadi turis lokal di kawasan ini. Setiap saya berbalik badan di meja kerja, Monas sudah di depan mata. Namun demikian baru tahun ini saya tahu makna di balik arsitektur Monas.

City Center merupakan salah satu destinasi yang ditawarkan oleh Jakarta Good Guide (JGG). Ini adalah kali ketiga saya menghabiskan weekend bersama JGG. Tur kali ini diikuti oleh peserta dari Indonesia, Singapura, Maroko, dan Prancis sehingga bahasa yang digunakan selama tur adalah bahasa inggris.

Seperti sebelumnya, tur dimulai jam 9 pagi tapi kali ini saya telat karena bermacet-macetan dulu sama abang [gojek]. Bagaimana mungkin perekonomian Indonesia mengalami pelemahan jika warga negaranya saja rajin bekerja seperti ini? Sabtu pagi saja macet! Mungkin sudah saatnya warga Jakarta mempertimbangkan nyicil helikopter. Baca lebih lanjut

Oase di Padang Pasar: Belajar di Post Santa

Menemukan tempat menghabiskan weekend selain di mall adalah hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Tak hanya aman untuk kesehatan dompet, juga baik untuk kesehatan hati. Di mall keseringan melihat pasangan gandengan tangan, bikin hati perih.

Post Santa adalah oase bagi [kami] para pecinta buku. Berada di lantai dua Pasar Santa, Post Santa tersembunyi namun mencolok di kerumunan kios-kios lainnya. Warna kuning dan hitam dengan tulisan “books, gatherings, and all things creative” membuat kios ini berbeda.

Post Santa Pasar Santa

Peserta berusaha mencerna ilmu baru dari Mas Fahri 😀

Gambar diambil dari Pindai.

Baca lebih lanjut

Coffee Tasting: Cupping Kopi Lokal Bersama Anomali Coffee

Coffee shop adalah salah satu tempat favorit saya jika sedang menulis atau menyelesaikan pekerjaan. Aroma kopi dan suasananya bikin betah, yang penting sih ketika pulang ke rumah sudah ada progres atas pekerjaan yang dibawa ke sana biar ga rugi. Dengan harga yang terbilang tidak murah, bisa jadi harga secangkir kopi yang kita beli adalah termasuk biaya untuk harga sewa ruangan yang nyaman dan wifi :p*elus-elus dompet*. Karena kecintaan saya itu, maka ketika ada info mengenai acara coffee tasting saya langsung mendaftar.

Ini adalah kali kedua saya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Detik Event. Sebenarnya acara Serial Coffee Class ‘Indonesian Coffee Academy’ diselenggarakan selama tiga hari (13 – 15 November 2015) dengan sesi yang berbeda-beda, mulai dari Sesi 1 “Mengenal Bisnis Cafe”, Sesi 2 “Coffee Tasting”, hingga Sesi 3 “Coffee Blending” dengan harga tiket Rp 350.000 tiap sesi. Tentu saja saya sebagai penikmat kopi memilih untuk mengikuti Sesi 2, karena saya belum berencana untuk membuka cafe (belum ada modal tepatnya) ataupun berencana sebagai barista. Detik Event bekerja sama dengan owner Anomali Coffee, yang ternyata masih muda untuk mengadakan acara ini *brb pasang susuk pemikat*.

Coffee Cupping

Ini loh alasan kenapa cupping itu perlu

Baca lebih lanjut

Solo Trip ke Eropa #7 (End): Au Revoir Paris!

Membaca berita penembakan di Paris yang terjadi pada tanggal 13 November 2015, saya merasa sedih karena sepertinya semakin sulit untuk mendapatkan rasa aman di manapun kita berada. Mau ke mana-mana menjadi semakin was-was, takut ada kejadian ini itu. Apalagi kalau mau solo traveling lagi :(. Semoga keadaan Paris segera pulih.

Paris adalah gerbang saya masuk ke daratan Eropa Barat sekaligus gerbang keluar. Saya berangkat dari Antwerpwen Centraal pada 22 Agustus 2015 menggunakan kereta Thalys jam 10.33 dan tiba di Paris Nord jam 12:35. Tujuan utama saya hari itu hanya hostel dan Château de Versailles. Tiket ke Château de Versailles seharga 25,00 € sudah saya beli pada malam sebelumnya via online dengan maksud untuk menghindari antrian masuk. Sepanjang perjalanan saya sudah membayangkan indahnya garden of Versailles dan untuk menuju ke sana dapat ditempuh dengan menggunakan RER C. Cara yang mudah sebenarnya. Baca lebih lanjut

Jakarta Weekend Gateway: Menyusuri Sejarah Tionghoa Hingga Kuliner di China Town

Karena merasa puas mengikuti Menteng Walking Tour bersama Jakarta Good Guide, saya memang berencana untuk mengkhatamkan semua tujuan walking tour yang ditawarkan oleh mereka. Kali ini saya berkesempatan mengikuti China Town Walking Tour yang diselenggarakan oleh JGG yang bekerja sama dengan Wisata Sekolah pada 1 November 2015.

Setelah tiba di meeting point yakni Seven Eleven Hotel Novotel jalan Gajah Mada dan melakukan registrasi, para peserta tur dibagi menjadi beberapa kelompok. Saya ikut di rombongan Farid lagi, seperti sebelumnya 😀 *mulai posesif*. Tujuan walking tour kali ini adalah Candra Naya, Glodok Area, Petak Sembilan, Vihara Dharma Bakti, Gereja Katolik Santa Maria de Fatima, Vihara Toasebio, Candra Shopping Center, dan gang penjual makanan Gloria (atau kerennya Gloria Food Alley). Dari semua tempat tersebut, yang sudah pernah saya dengar hanyalah Glodok dan Petak Sembilan, padahal saya sudah sejak 2010 tinggal di Jakarta :D. Baca lebih lanjut

Jakarta Weekend Gateway: Belajar Sejarah Menteng Bersama Good Guide

Ketika main ke negara lain, saya sangat iri dengan fasilitas pariwisata yang diberikan kepada para turis lokal maupun internasional yang berkunjung. Mulai dari maps tujuan wisata, transportasi umum, dan pilihan tour baik jalan kaki, hop on hop off hingga bersepeda, rasanya dibuat dengan niat.

Sebagai orang yang mencari nafkah di ibukota Indonesia, maka banyak waktu saya habiskan di Jakarta. Namun saya emang ngrasa kurang mengenal kota ini, meskipun ketika membuka pintu balkon yang terlihat adalah TMP Kalibata tapi saya ga tau banyak sejarah kota Jakarta. Sebenernya udah lama saya mencari guide yang bisa memberikan informasi seluk beluk Jakarta, dan baru menemukan Jakarta Good Guide pada bulan September lalu. Gini deh yang namanya jodoh, kadang udah nyari lama baru ketemu *duh baper*.

Baca lebih lanjut