Lately, something happened makes me worry bit about performance of my brain. I write rarely, one and half month just filled with (I can say it) physical activities made me nearly lack of brain nutrition (I was tired in Cikarang-Jakarta route for several times and thanks God I had quality time for a week with my family as a cure), and I read an english novel to add some vocabularies into my head.
Several days ago in the middle of writing a post, suddenly I went so hard to figure out a word. It took hours to find the word I meant. It led me to despair, I gave up and started asking for help. It happened twice and makes me start worrying what’s wrong with my brain, such a dread thing. Maybe I have to increase my quantity time to read and keep giving nutrition into my brain by learning and thinking (about valuable matters).
I think it’s included to a-graceful-way list to move on, focusing to increase our good value :D.
Sepertinya lagu “The Man Who Can’t Be Moved” milik The Script adalah lagu kebangsaan sejuta umat \m/.
Seriously, moving on for some people is an agony. But we have to believe, every effort is useful stride and not a wild goose. Ya ya, kadang rasanya seperti sebelah kaki kita berniat untuk melangkah ke depan, tapi kaki yang satunya terjebak dalam perangkap tikus yang entah dipasang oleh siapa. Sakit? Tentu saja ^^.
Time will heal, of course. Masalahnya adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk benar-benar bisa move on? Sehari, seminggu, sebulan, setahun ato satu dekade? *ngetok meja 3x, amit-amit de*.
Dalam proses healing inilah masalah dan (yah untuk kerennya katakanlah) tantangan akan bermunculan. Yang perlu dipersiapkan adalah mental, tissue dan beberapa perangkat lain tentunya (yang akan aku sebutkan di bawah). Ga jarang, proses ini menimbulkan perang batin yang melelahkan yang mungkin terjadi antara keadaan sadar vs perasaan *alaaah*. Untuk lebih gampangnya, aku akan menyebut orang yang perlu untuk move on ini sebagai “penderita” dan pihak yang menyebabkan adanya penderita disebut saja dengan jerk“tersangka”.
Berdasarkan pengalaman *halah curcol*, ada beberapa step yang bakal dilalui oleh penderita dalam proses healing:
Bleeding scars, ini adalah step awal. Rasa nyerinya luar biasa :lol:. Karena kalo diumpamakan, maka ini adalah luka baru yang muncul setelah penderita terkena kecelakaan (misalnya). Belum diobati apapun, masih berdarah-darah dan melepuh *ouch*.
Unstoppable tears. Jelas, ini adalah efek manusiawi dari step pertama. Hati terasa berat untuk dibawa ngapa-ngapain, pengennya tiduran ato menyepi. Pada tahap ini, penderita bisa nangis di manapun dan kapanpun setiap kali bertemu dengan hal yang mengingatkan pada tersangka. Hal-hal tersebut bisa berupa: sms, foto, facebook, lagu, aroma parfum, makanan kesukaan tersangka, harta gono-gini pemberian tersangka, tempat yang pernah dikunjungi, film, dan banyak lagi. Dalam step ini, tiba-tiba akan sangat banyak hal yang bisa mewakili perasaan penderita dan mengingatkan penderita pada tersangka. Dan satu-satunya alasan yang masuk akal untuk menjelaskan mengenai fenomena alam ini adalah: kepala penderita masih dipenuhi oleh tersangka, rasa benci, dendam, sakit hati dsb. Sebaiknya kendalikan diri untuk memecahkan barang-barang atau apapun yang bersifat destruktif, karena hanya akan menambah kerugian materiil semata :D.
Perang batin. Setelah penderita merasa bosan oleh looping yang dilakukannya pada step ke-2, maka otak sadarnya akan mengajaknya untuk mulai move on. Pada tahap ini, kebanyakan penderita akan berada pada keadaan yang labil baik emosi maupun mood. Di satu sisi dia ingin sekali untuk membuktikan kekuatan dirinya bahwa s/he is still fine without him/her dan di sisi lain ada luka yang belum kering yang masih menyisakan nyeri dan senantiasa mengajak untuk meratap, maka penderita bisa diumpamakan sebagai orang yang sedang belajar jalan. Berdiri dan jatuh. Pada tahap ini sebaiknya penderita merenung, melakukan dialog dengan dirinya sendiri, menanyakan apa yang sebenarnya dia inginkan dan apa yang seharusnya dia lakukan. Perang batin ini rasanya juga menyakitkan, maka berdamai dengan diri sendiri menjadi hal yang penting untuk kelanjutan proses healing.
Recovery.Untuk dapat sampai pada proses ini maka penderita perlu beberapa perangkat untuk menyukseskan usahanya, seperti: tissue/kaos sendiri atau orang lain untuk ngelap ingus dan air mata tentunya, bantal untuk meredam suaranya ketika menangis :p, berbagai macam hobi dan kesenangan ataupun orang yang bisa menjadi distraction.
Move on.Penderita sudah bisa ketawa-ketawa dan menertawakan masa lalunya, finally, setelah proses yang panjang :p.
Bersyukurlah jika distraction yang sangat ampuh datang dalam waktu yang dekat, maka penderita tidak perlu suffer in pain for a long time *ketawa setan*. Melakukan hobi seperti membaca, menonton film, belajar (ada gituh yang hobi belajar?), berhaha hihi dengan teman-teman, pergi bareng sahabat dan keluarga, berolah raga, memanjakan diri ke salon atau spa mungkin bisa menjadi alternatif distraction yang baik selain fishing tentunya :lol:.
A broken heart will heal. And the next time around, it will be stronger. #DamnItsTrue
You never know how strong you are, until being strong is the only choice you have.#DamnItsTrue
So, be strong ^^ and don’t be the man/woman who hardly to be moved ;).
Lately, I really love to buy books. Everytime I go to Jakarta, Bekasi or places where I can find Gramedia, I’ll take time to visit the bookstore. Even though I know and aware that I still have several unread books, I can’t resist myself to take a book or two with me and bring it home.
The Lovely Books
Those are books that I haven’t read yet.
When I went home last week, I visited Gramedia in Malang while waiting for my travel car. At that time, I’ve already brought The Pillars of The Earth with me to prevent my urge for bringing more books home with me. Unfortunately, it didn’t work. I successfully bought Eat Pray Love by Elizabeth Gilbert, Cinta by Ollie, and Un Soir Du Paris :(.
Now, I am having not less than 18 books to read (and I still want to buy several). I keep opening online bookstores to look around some titles. Somehow I don’t count how much money I’ve spent in a month to buy books.
From each book I get countless information, imagination, irresistible and rapturous experiences, fun, knowledge, devotion, vocab and much more. They always satisfy my thirst to those matters. In short, they bring exuberance on my day.
The last, I don’t know how to control my urge from buying books :(.
Tulisan ini aku buat tanpa ada maksud apapun selain membagikan sedikit informasi kepada yang memerlukan. So, don’t get me wrong ^^.
Beberapa waktu lalu, aku mulai mengikuti rangkaian tes yang diadakan oleh PT Pertamina (Persero). Seperti berita yang telah beredar, untuk bisa bergabung dalam suatu BUMN maka kita harus melewati cukup banyak tahapan tes. Program yang dibuka oleh Pertamina disebut dengan BPS (Bimbingan Profesi Sarjana), dan info mengenai BPS bisa diperoleh di situs resmi PT Pertamina (Persero). Selanjutnya, BUMN ini akan aku singkat dengan PTPP, males ngetik panjang-panjang :D.
Berikut merupakan tahapan yang pernah aku jalani, dan informasi ini bersifat subjektif karena berdasar hanya pada pengalamanku semata:
Mengirimkan berkas secara online pada situs resmi PTPP. Di sana harus mengisi beberapa form dan mengupload beberapa files seperti transkrip dan ijazah.
Mengisi soal online. Setelah tahap pertama selesai, maka akan ada soal dalam bahasa inggris yang muncul dan harus dijawab. Anggap saja ini tes pertama :D.
Setelah beberapa waktu, mungkin setelah lolos tes online, maka akan ada undangan melalui email dan sms (seharusnya) untuk mengikuti tes TOEFL di kantor PTPP. Beruntung bagi yang mendapatkan jadwal tes agak siang, aku kemarin harus berangkat subuh biar ga kena macet >.<. Tips: jangan lupa untuk membaw KTP dan dokumen yang diminta, persiapkan dari hari sebelumnya (jangan meniru aku yang baru ngeprint jam 5 pagi pada hari H modal nebeng pula karena baru tau kalo dokumennya mesti diisi dengan diketik :D). Buanglah air kecil dan air besar sebelum tes, karena peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat sebelum tes selesai.
Pengumuman tes TOEFL dipasang pada hari itu juga. Aku menunggu kurang lebih 3 jam untuk melihat pengumumannya. Jika lolos tes TOEFL maka akan dilanjutkan dengan tes psikometri pada hari berikutnya. Tes TOEFL dan Psikometri ini kemarin berurutan hari pelaksanaannya.
Pada tes psikometri, aku diberi 40 soal yang harus dijawab dalam 15 menit T_T. Konsentrasi, karena butuh pemahaman dalam membaca soalnya. Setelah soal pertama, akan ada soal kedua yang berjumlah 25 soal dan diberi waktu 25 menit. Soal ketiga berjumlah 200 soal, hmm bukan soal si kalo ini cuma pertanyaan aja kok. Hasil tes psikometri akan diumumkan pada hari yang sama setelah menunggu kurang lebih 2 jam :D. Tips: udahlah, konsen aja ke soalnya dan kerjakan 😀
Selanjutnya akan ada email undangan untuk interview user dan HRD. Tips: datanglah lebih pagi untuk mempersiapkan diri dan mengurangi rasa nervous yang sering muncul, jawablah pertanyaan mereka dengan jujur and be your self, isi CV dengan jujur juga, inhale deeply and don’t even exhale it to reduce nervous feeling ^^v.
Tunggulah email undangan medical check up dengan sabar, jika memang lulus tes sebelumnya :D. Medchecknya termasuk cukup ribet, aku dateng mulai jam 7.20 pagi dan baru selesai jam 17.00 >.<. Mulai dari tes urine, darah, feses, rontgen, USG, gigi, kadar gula, mata, fisik, detak jantung, diafragma (aku gtau apa namanya), ambeien, pendengaran, dan kebugaran. Untuk kebugaran, cukup dengan lari keliling lapangan banteng sebanyak 4 putaran :D.
Tes terakhir konon kabarnya adalah interview direksi. Dan saya belum ada info soal ini :D.
Kalau mau baca yang lebih detail, silakan aja ke sini.
Good luck. Jangan lupa untuk berdoa dan minta doa dari orang tua kalo memang pengen bergabung dengan PTPP ^^.
Update:
Undangan untuk Interview dengan Top Management datang sekitar 7 minggu dari Medcheck. Kecepatan berlari bukanlah harga mati dalam menentukan apakah peserta lolos atau tidak untuk Tes Medcheck nya, jadi berusaha saja sebaik mungkin :).
Tips untuk interview top management: be your self, ga perlu berfikir untuk memberikan impresi yang berlebihan dengan berusaha untuk menjadi orang lain agar bisa ditrima di sana. Karena hal ini nantinya akan menyusahkan diri sendiri, ketika penempatan di lapangan tidak sesuai dengan kapabilitas kita. Jadi jujur saja ;).
Diterima atau tidaknya, selain urusan Tuhan (karena ini termasuk ke dalam takdir, setelah kita berusaha semaksimal mungkin) menurutku juga apakah skill dan kriteria yang kita punya match dengan yang dibutuhkan. Jika tidak keterima, jangan berkecil hati ^^.
Hi everybody, howdy? It took long time from my previous post to write again here, umm about one month I guess. So terrible indeed, because I do miss the time when I can write something here especially if it can give some useful information for you.
For the first, before I go forward, I’d like to say:
And I’d like to ask forgiveness for every mistake that I’ve done, I hope we can meet ramadhan again.
After having experiences with delay and waiting time, I have some points that can be way to kill time while waiting. Here we go ^^:
Make sure you’re in health condition, because if you’re sick you can feel more sick while waiting :D.
Bring water and foods if you have to, because unpredictable waiting time can make you hungry . Sometimes in an occasion,it will be difficult to find food or canteen around you.
Bring things that you love. From my experiences, I’ll make sure to bring 3 things with me before I left home: phone, book and mp3 player.
With my phone, I can communicate with my friends and fams through sms, palringo, twitter or facebook from opera mini that installed on it. I also can read news, watch movies (even though it can’t display subtitles >.<) and listen to music ^^. If you’re using phone with windows mobile, you can play divx files on it by installing Core Player (it’s cool *wink* ).
Most of the time, I bring novel with me to be a companion. Novel that I brought when I had to be patient with 2 hours delay from Sriwijaya Airline on previous Tuesday was Eat Pray Love.
Songs will make my day brighter, so I’ll regret if I forget to bring my mp3 with me.
You can bring your laptop (if it possible), and do many things with it.
Same with the previous one, I just repost this from my previous blog. But the difference is this one is not my own writing, someone wrote it.
And she said,
loneliness comes from your own self
but what do you know, I said,
my loneliness comes from you
in fact,
I’m lonely because you’re not coming
but I can’t tell her that
just the way that she can’t do the same
to me
And so we’re walking away
denying each other
drowning our heart into the sea, where
no one will ever hear its scream,
its questions
we become soulless dolls,
bound by the common thought of all people,
by predetermined luck, logic,
behaviors
Why can’t I be with you,
I ask, to which she replies
yes, yes indeed,
why can’t you be with me?
Yet we’re fading away
each time further away from each other
Tadi malam aku tidak sengaja membuka blog lamaku, yang aku tulis selama tahun 2007-2008 di jaman-jaman masih kuliah. Aku putuskan untuk merepostnya karena sebab utama aku membuka blog lama tadi adalah ada komen yang masuk dan minta diapprove, yang mengatakan bahwa postinganku bisa membuatnya bersemangat lagi. Sejujurnya, aku juga tidak pernah menganggap apa yang aku tulis itu bagus.
Tujuan utamaku untuk membuat blog adalah untuk mendokumentasikan apa yang pernah aku alami, aku pikirkan, dan aku rasakan. Mungkin suatu saat ketika aku lupa maka aku bisa mengingat kejadian-kejadian lalu lagi, jika aku punya anak maka anakku bisa membayangkan masa lalu bundanya, jika aku memiliki sesuatu yang berguna maka aku bisa membaginya dengan orang lain, dan yang paling utama adalah jika aku mati maka mereka bisa menemuiku lagi di blog ini dan mengetahui what I kept inside about them and everything.
I think a blog works as wonderful as a Dumbledore’s Pensieve.
Dumbledore: “I use the Pensieve. One simply siphons the excess thoughts from one’s mind, pours them into the basin, and examines them at one’s leisure. It becomes easier to spot patterns and links, you understand, when they are in this form.”
Harry: “You mean… that stuff’s your thoughts?”
Dumbledore: “Certainly.”
Dan inilah “Dalam Rangka Mengubur Kenangan Buruk” itu ^^:
Apakah kamu termasuk orang yang sulit melupakan masa lalu yang “buruk” atau kenangan yang menyakitkan? Jika kamu bukan, maka aku adalah salah satu orang itu. Yap, aku orang yang bisa
mengingat detail hal-hal tertentu. Apa mungkin hal ini dikarenakan dengan sifat alami dari otak manusia seperti yang dituliskan novel yang lagi aku baca, The Footprints of God?
“Otak manusia lambat dalam hal kecepatan, tapi luar biasa paralel. Otak manusia berisi lebih dari seratustriliun jaringan, semua itu memiliki kemampuan kalkulasi secara serempak, dan itu hanya dalam hal pemrosesan. Otak manusia juga memiliki memori yang setara dengan 1200 terabyte memori komputer”
Dengan memori otak yang segitu gedenya, sementara hard disk komputerku saja hanya berkapasitas 240 Gb, memberikan peluang bagi siapa saja untuk mengisi space itu dengan hal-hal yang mereka inginkan.
Mengingat-ingat hal yang menyakitkan itu GA ENAK, menghabiskan energi yang seharusnya bisa digunakan untuk melakukan banyak hal yang jauh lebih berguna, menghabiskan banyak waktu dengan sia-sia dan penuh dengan kesakitan yang seharusnya bisa digunakan untuk mempersiapkan masa depan dan meraih semua impian.
Biasanya jika udah inget hal “buruk” itu, maka akan timbul rasa panas di hati, membuahkan rasa dendam, melakukan semua aktivitas jadi tidak nyaman karena pikiran tersita pada rasa sakit itu. Aku tersadar dan berfikir ulang, adakah manfaat dari semua ini? Apa yang aku dapatkan selain rasa sakit dan dendam? Dan ternyata jawabannya adalah: TIDAK ADA.
Jika masa lalu yang “buruk” selalu menghantui hidup kita saat ini, dan kita tidak pernah berusaha untuk mengatasinya, maka kita telah melakukan penyiksaan terhadap diri sendiri.
Banyak hal yang akan kita sia-siakan begitu saja: rasa kasih sayang dari orang di sekeliling kita, orang-orang yang kita cintai bisa kita abaikan, waktu yang berharga, mimpi, kesempatan bermain bersama teman terdekat entah belanja atau nonton, dan banyak hal lagi yang bisa membuat kita merasa bahagia bahkan bisa mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain.
Pacarmu selingkuh? Orang yang kamu sukai ternyata lebih memilih orang lain daripada kamu? Kamu gagal masuk perguruan tinggi atau jurusan kuliah yang kamu inginkan? Atau kamu sedang merasakan kekecewaan lain?
Lihatlah sekali lagi, bahwa kamu dan aku adalah pribadi yang sangat berharga, jauh lebih berharga dari yang pernah kita pikirkan sebelumnya. Ga peduli gendut atau jerawatan, atau ga segaul pacar baru mantan, atau ga sepintar orang yang lulus SPMB dan sebagainya. Lihatlah kelebihan yang kita miliki. Masih banyak orang yang mengharapkan kita untuk mengisi hidup mereka ^^
Jika pacarmu selingkuh, sudahlah biarkan saja dia tenggelam dalam kebodohannya. Dia bukanlah orang yang tepat untuk mendapatkanmu, ada orang lain yang lebih baik dari dia dan lebih pantas untuk mendapatkan hatimu. Bukankah begitu?
Di tahun yang baru ini, sudah saatnya bagi kita untuk menutup semua kilasan masa lalu yang terasa mengganggu dan menghambat langkah kita untuk maju. Aku akan lebih bersemangat, optimis, positif thinking, fokus pada rencana untuk mandiri dan masa depan, membuat hari ini dan besok lebih menyenangkan, tanpa dendam dan beban. Karna masih ada banyak hal yang ingin ku capai.
Dan, semoga kamu juga begitu ^^
Smangat, smangat!!
~ oleh safitri di/pada Januari 10, 2008.
And what am I doing? Trying to find out what happened when I wrote that post.
Kadang aku suka gemes sendiri, sebagai “konsultan hati” aka tong sampah, ketika aku mendapati “klien” yang bisanya cuma berisik (curhat) di depanku tapi ga berani ngomong langsung ke target soal perasaannya *gebukin meja*. Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari malu, gengsi, ga berani menanggung resiko kalau hasilnya tidak seperti yang diharapkan, takut di target merasa terganggu dsb.
C’est la vie! You have to do something to get what you want. You need to tell what you feel inside, because the people you love are not a paranormal who can read mind.
This thing makes me remember my sisters. They’re not as expressive as I am. When my oldest sister was on her way to Soekarno Hatta airport, she sent me a message:
You always be my lovely little sister
It makes me feel good and I was touched ^^.
Life is never far from the risk and taking risks is challenging thing :D. But, don’t forget to do it gracefully :D. Yah biar misalnya kalo malu, malunya ga seberapa lah :lol:.
Dan aku sangat setuju sekali dengan pernyataan bahwa:
Beberapa tahun ke depan, 5, 10 atau 20 tahun lagi, kita akan lebih menyesali hal-hal yang tidak pernah kita lakukan daripada hal yang pernah kita kerjakan.
Tiga minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 16 Juli 2010, adalah pertama kalinya aku merasakan pengalaman harus “menginap” di RS. Sebenarnya ini adalah pilihan terbaik yang aku punya, mengingat hari itu adalah hari kelima aku demam dan ga sembuh-sembuh.
Diawali dengan weekend sebelumnya, aku liburan ke Malang bersama Elly. Perjalanan ke Malang memang cukup melelahkan, karena kami memutuskan untuk naik KA dari Bandung. Naik KA memerlukan kreatifitas dan stamina yang baik, karena kita harus pinter-pinter mengatur posisi duduk dengan berbagai macam gaya untuk meminimalisir rasa pegal pada punggung dan bokong.
Pulang dari Malang hari Minggu, dan harus ke Surabaya dulu karena beli tiket pesawat Surabaya-Jakarta. Badan memang sudah terasa cukup lelah, apalagi musti menggendong tas ransel yang rasanya sudah beranak di dalam. Waktu berangkat, tas ransel tidak seberat waktu pulang *sigh*. Pulang ke Jakarta sendirian, karena my partner in crime pulang hari Senin. Walaupun cape, aku begitu menikmati perjalanan sendirian seperti ini.
Singkat cerita, dengan kondisi badan yang kurang fit aku mengkonsumsi makanan yang kurang higienis untuk saur. Mulai dari Senin pagi merasakan badan agak demam dan tenggorokan sakit. Hari Selasa aku ga masuk kerja dan pergi ke RS yang letaknya selemparan batu dari kosan. Tadinya aku pikir memang butuh istirahat aja, tapi habis minum obat tetep ga baikan. Dokternya bilang kalo memang masih demam, keesokan harinya aku harus periksa darah.
Karena kurang percaya dengan performa dokter yang ada di RS tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke RS yang ada di Lippo Cikarang, yang konon kabarnya lebih bagus daripada RS yang aku kunjungi sebelumnya. Dokternya bilang kalo aku cuma kena radang tenggorokan, walo waktu itu buat jalan saja kondisiku mulai “kurang normal” karena badan agak panas dan kepala agak pusing.
Entah di malam yang keberapa, aku merasakan kondisi badanku makin aneh. Kipas angin yang ada di kamar udah aku matikan, udah memakai selimut tebel, sebenarnya di kamar juga nggak dingin tapi badanku menggigil. Malam itu usahaku untuk tidur pun gagal total, karena ga berapa lama aku muntah-muntah. Honestly, I was so terrible.
Walaupun demikian, pada hari kamis aku berusaha untuk tetap masuk ke kantor karena udah 2 hari ga masuk kerja. Begitu juga dengan hari jum’at. Di jum’at itu, aku udah merasa benar-benar perlu untuk melakukan tes darah karena setelah mengkonsumsi obat dari dokter tidak juga ada kemajuan. Malah sebaliknya, badanku makin sakit.
Finally, hari jum’at ijin pulang jam 10 pagi. Karena di sini jauh dari keluarga dan sebisanya I’ve to take care of myself dan miminimalisir diri untuk merepotkan orang lain, maka aku ke RS dengan naik ojek. Lagian letak RS nya dekat dari kantor.
Dengan keadaan demam rada tinggi, pusing, tenggorokan perih bahkan untuk sekedar minum air putih dan beberapa keluhan lainnya, aku sesampainya di RS langsung ke tempat pendaftaran untuk menyerahkan kartu rawat jalan dari kantor sebelum menuju ke UGD. Di UGD curhat sama dokternya dan diambil sample darah. Aku harus menunggu 1 jam untuk mengetahui hasil labnya, jadinya sambil nunggu aku tiduran di UGD. Eh dikasih teh manis hangat loh walaupun ga diminta *seneng karena uda haus hihi*.
Dalam hati udah pasrah aja kalau memang musti di rawat inap. Karena kalau di RS pasti aku lebih terurus, baik dalam hal makanan maupun obat-obatan. Setelah hasil lab datang, dokternya memang menyarankan rawat inap dan katanya aku diperkirakan kena thypoid alias tipes ringan.
Tanpa bekal apapun, ngamarlah aku di RS Mitra Keluarga Cikarang yang masih baru dengan berpakaian atasan batik dan bercelana kantor >.<. Dengan badan lemah lunglai tak berdaya *halaaah*, aku di antar susternya ke kamar. Kamarnya berisi 3 buah ranjang, tapi saat itu cuma aku sendirian penghuni kamar tsb.
Awalnya serem juga di kamar sendirian, RS nya sepi karena masih baru, di tambah film-film horor Indonesia yang belakangan senang sekali menceritakan soal beberapa konfigurasi dari sosok suster. Tapi karena kamarnya bersih, terang, ada tv nya, susternya sering banget datang ke kamar, aku jadi ga pernah merasa serem.
Selama dirawat temen-temen dan bos gantian menjenguk, thanks to you all guys and gals for all the things that you did for me, Mbak Fai tiap hari datang dan membawakan segala macem barang yang aku request *big hug for her*, dan ibu penjaga kosan juga membawa pulang baju-baju kotorku. They were so helpful and made me happy ^^.
Tadinya aku berfikir mungkin cuma 3 hari aja ngamar di RSnya. So, I just told my mom that I was sick without information about stay in hospital karena ibuku orangnya super panikan dan khawatiran. Selama aku bisa menghandle semua urusanku sendiri, I’ll do it by myself. I don’t want to be a burden for others.
Hari kedua di RS keadaanku semakin memburuk. I still remember how painful it was; I couldn’t swallow, everytime I drank water I’ll cry, muka merah dan membengkak, dan demam semakin tinggi mulai dari sore harisampai malam mencapai 39,5 derajat. Posisi tidur udah aku ubah berkali-kali untuk meminimalisir rasa sakitnya, but it didn’t work. So at 10.30 PM I decided to send a message to my oldest sister and told her about my condition.
Saat itusekitar hampir jam 11 malam, aku kehabisan air minum. Without any companion beside me, dan aku merasa sungkan untuk memanggil susternya karena udah bolak-balik aku panggil, maka aku jalan ke ujung lorong tempat para suster jaga berada dengan tangan kiri membawa botol minum dan tangan kanan menuntun tiang infus. Dan saat itu aku baru berfikir, it’d be so helpful and nice if my family were here. Sakitnya ga kunjung reda dan aku ga bisa tidur. Sampai akhirnya I said to God “Ya Rabb, aku ikhlas” and I felt better.
Akhirnya mbakku sampai di Cikarang pada hari selasa, karena pada seninnya dia harus mengurus cuti dan sisa-sisa kerjaannya. Ga tau kenapa, tapi aku merasa dia super khawatir dengan kondisiku yang padahal sudah semakin membaik :D. Thanks God she was here, keurus banget :lol:. Beberapa hari waktu udah pulang dari RS aku ga ngapa-ngapain, tinggal makan, internetan dan nonton tv doang ihihi.
When I was sick, I kept thinking that I feel terribly awesome because I can handle most of the things by myself *narsis mode: on* :lol:. I feel I’ve changed, because I used to be spoiled as youngest child and also I’d like to blame my ex-boyfriends who acted as good guys and tried to make me happy as much as possible *kidding*. I think being independent as much as you can will make you feel stronger, that’s why I don’t want to put any kind of expectation on other people’s shoulders because it will be a new burden for them.
For all, jaga kesehatan apalagi sedang bulan Ramadhan. Makan makanan yang higienis sebisa mungkin, tercukupi kebutuhan gizinya walaupun aku tau berat rasanya musti menyiapkan makanan sahur dikala mata ingin terpejam dan badan merindukan kasur :D. Jangan sampai sakit.
And I want to say
Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga puasa kali ini membawa banyak berkah dan ibadah kita bisa meningkat. Mari berpuasa dengan riang gembira biar ga terasa laparnya ^____^.
Yay I’d like to say thank you again to Air Asia for the nice and reachable ticket prices, so I can buy ticket for next year *keplok2*.
Actually this morning before I did my Subuh prayer, I opened the Air Asia’s site for no reason. Clicked the links to get some information about promo things and suddenly an idea appeared in my mind,
“How about to have a bday celebration in another country?”
And I did it, bought a ticket for my bday :D. I hope I can celebrate my bday outside Indonesia *amiiin thousand times*. It’s nice to give yourself a sweet and unusual present in your bday. But if you never did it before, I’ll suggest to make a try :).
And the last, thanks to Mbak Fai and Mbak Din for the companion hihihi. Can’t wait for the next year! *dance all around*